Bukan Nyeri Dada, Hampir 25 Persen Serangan Jantung Muncul Gejala Berikut

Arendya Nariswari, Fita Nofiana

Selasa, 11 Mei 2021 | 15:21 WIB
Bukan Nyeri Dada, Hampir 25 Persen Serangan Jantung Muncul Gejala Berikut
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Hampir 25 persen serangan jantung dapat muncul dengan gejala atipikal, seperti kelelahan ekstrim, kesulitan bernapas, atau sakit perut. Hal ini dinyatakan dalam sebuah penelitian baru di Denmark.

"Gejala atipikal paling umum terjadi pada orang tua, terutama wanita," kata penulis studi Amalie Lykkemark Møller dari Rumah Sakit Nordsjællands di Hillerød, Denmark seperti yang dikutip dari Eat This.

"Ini menunjukkan bahwa pasien tidak menyadari gejala mereka memerlukan perhatian segera," imbuhnya.

Melansir sari Eat This, penelitian ini telah dipublikasikan di European Heart Journal-Acute Cardiovascular Care. Para peneliti menganalisis data tentang panggilan terkait serangan jantung ke saluran bantuan medis 24 jam dan nomor darurat di Denmark antara 2014 hingga 2018.

Dari 7.222 panggilan yang diikuti oleh diagnosis serangan jantung dalam tiga hari, nyeri dada adalah gejala primer yang paling sering tercatat. Kondisi ini terjadi pada 72 persen kasus.

Tetapi 24 persen persen pasien memiliki gejala atipikal, dengan masalah pernapasan yang paling umum. Tingkat nyeri dada tertinggi di antara pria berusia 30 hingga 59 tahun yang menelepon nomor darurat. Gejala atipikal paling sering dilaporkan oleh pasien yang lebih tua terutama perempuan.

Ilustrasi Serangan Jantung. (Pexels/Freestockorg)
Ilustrasi Serangan Jantung. (Pexels/Freestockorg)

Tujuh puluh enam persen penelepon saluran bantuan dengan nyeri dada dikirim ambulans, dibandingkan dengan 17 persen dari mereka dengan gejala atipikal.

Pada akhirnya, 5 persen pasien dengan nyeri dada meninggal dalam waktu 30 hari setelah menghubungi nomor darurat, begitu pula 3 persen dari mereka yang menelepon saluran bantuan medis. Angka itu naik menjadi 23 persen untuk penelepon darurat dan 15 persen penelepon saluran bantuan dengan gejala atipikal.

"Orang dengan gejala atipikal lebih sering disebut dengan helpline, yang bisa menunjukkan bahwa gejala mereka lebih ringan, atau mereka tidak menyadari beratnya, gejala samar dapat menyebabkan staf kesehatan salah menafsirkannya sebagai serangan jinak," ujar Møller.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Diabetes Berisiko Alami Gagal Jantung, Begitu Pula Sebaliknya

Pasien Diabetes Berisiko Alami Gagal Jantung, Begitu Pula Sebaliknya

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:21 WIB

Tips Pasien Jantung Jaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Tips Pasien Jantung Jaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Health | Senin, 10 Mei 2021 | 14:35 WIB

Awas! Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kesehatan Jantung

Awas! Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kesehatan Jantung

Health | Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB