Mumbai Model Jadi Strategi India Hadapi Tsunami Covid-19, Apa Itu?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 19 Mei 2021 | 18:46 WIB
Mumbai Model Jadi Strategi India Hadapi Tsunami Covid-19, Apa Itu?
Anggota keluarga Vijay Raju, yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), berduka sebelum kremasinya di tanah krematorium di desa Giddenahalli di pinggiran Bengaluru, India, Kamis (13/5/2021). [Antara/Reuters/Samuel Rajkumar/FOC/sa]

Suara.com - Gelombang kedua pandemi Covid-19 di India sejak Maret lalu membuat jumlah kasus di negara tersebut melonjak parah. Puncaknya pada pertengahan April, laporan kasus harian India mencapai 412 ribu lebih dalam satu hari, rekor terbanyak di dunia selama pandemi Covid terjadi.

Akibat kondisi tersebut, India disebut tengah mengalami badai tsunami Covid-19. Meski saat ini kasus harian India masih di atas 200 ribu per hari, tetapi dikabarkan telah alami pelandaian selama sepekan terakhir, terutama kota Mumbai yang jadi episentrum Covid di India.

"Per hari ini sudah melandai. Jadi kalau saya sampaikan, dalam seminggu terakhir di seluruh wilayah India sudah mulai menurun," kata Konsul Jenderal RI Mumbai, India, Agus Prihatin Saptono dalam webinar BNPB Indonesia, Rabu (19/5/2021).

Agus menyampaikan bahwa penanganan covid di setiap negara bagian India berbeda-beda. Pemerintah pusat enggan melakukan lockdown nasional seperti tahun lalu, karena berkaitan dengan ekonomi masyarakat. Sehingga, pembatasan wilayah hanya dilakukan oleh masing-masing otoritas negara bagian.

Meski demikian, Mumbai sebagai kota dengan kasus Covid terbanyak di India, dianggap relah berhasil mengendalikan paparan virus corona. Oleh sebab itu, negara bagian yang lain diminta mengadopsi cara pemerintah Mumbai, yang kemudian disebut sebagai Mumbai Model.

"Jadi suatu modal bagi negara bagian lain yaitu Mumbai model. Karena dari semua yang terjadi bisa dikatakan Mumbai atau Maharashtra sejak tahun lalu adalah yang tertinggi terkena Covid. Tetapi yang pulih juga paling tinggi," kata Agus.

"Ini kita disebut sebagai mumbai model, sebagai strategi yang diterapkan oleh pemerintah negara bagian maharashtra yang meskipun secara akumulatif kasus tinggi tapi lebih manageable," imbuhnya.

Ia memaparkan bahwa ada tiga strategi yang dilakukan di Mumbai dalam menangani kasus Covid-19. Di antaranya:

1. Manajemen hunian rumah sakit dan langkah penambahan jumbo isolution center. Kebijakan untuk pertambahan isolation center di enam distrik Maharashtra juga di pinggiran Mumbai.

Kapasitas jumbo senter terdiri dari 3.000 tempat tidur dan toilet mandiri, 1.000 tempat tidur dengan fasilitas oksigen dan 300 tempat tidir untuk ICU.

2. Manajemen storage oksigen. Pembangunan oksigen plan untuk setiap rumah sakit dan recofusing alokasi oksigen dari tiap pelaku industri. Menurit Agus, pasokan oksigen sangat krusial dalam penanganan Covid-19.

Di Mumbai telah dibangun jumbo tank oksigen plant kapasitas 30 ribu kilo liter per rumah sakit juga membangun command Center untuk isi ulang oksigen setiap kali 20 persen terpakai.

3. Manajemen activity dan aktif testing pasien covid. Pembatasan aktivitas dilakukan setiap minggu dan lockdown terbatas. Sehingga aktivitas hanya untuk kegiatan esensial dan staf kesehatan yang diizinkan.

Semua negara bagian juga bisa melakukan tes PCR sebanyak 200 ribu sampel per hari. Selain itu, diberlakukan penyegelan kawasan atau rumah setiap kali dikonfirmasi ada lima orang positif Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

5 Fakta Unik Partai Kecoak di India yang Viral, Sampai Salip Followers Partai Penguasa

5 Fakta Unik Partai Kecoak di India yang Viral, Sampai Salip Followers Partai Penguasa

Entertainment | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:57 WIB

Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara

Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:18 WIB

Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan

Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:08 WIB

Sinopsis Pati Patni Aur Woh Do, Film Romcom India Dibintangi Sara Ali Khan

Sinopsis Pati Patni Aur Woh Do, Film Romcom India Dibintangi Sara Ali Khan

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:25 WIB

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Terkini

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB