Indonesia Punya Andil Besar Eliminasi Polio di Dunia, BeginiCeritanya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 22 Mei 2021 | 09:30 WIB
Indonesia Punya Andil Besar Eliminasi Polio di Dunia, BeginiCeritanya
Ilustrasi virus Polio. [Shutterstock]

Suara.com - Fakta menarik diungkap Tubagus Arie Rukmantara Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia wilayah Jawa, tentang sejarah menghilangkan penyakit polio melalui program vaksinasi.

Polio adalah penyakit akibat infeksi virus polio, yang ditularkan melalui air dan makanan yang terkontaminasi atau kontak dengan orang yang terinfeksi.

"Tahun lalu, dunia itu mengumumkan bahwa polio sudah diusir di seluruh dunia," ujar Arie memulai ceritanya dalam diskusi virtual, Jumat (21/5/2021).

Menurut Arie perjuangan memusnahkan penyakit yang bisa membuat penderitanya mengalami kelumpuhan ini tidaklah mudah. 

Imunisasi polio penting untuk cegah penularan wabah polio dari Papua Nugini. (Shutterstock)
Imunisasi polio penting untuk cegah penularan wabah polio dari Papua Nugini. (Shutterstock)

Vaksin polio yang aman dan efektif itemukan oleh peneliti dan virolog Amerika, dr. Jonas Salk pada 1954, sebelum akhirnya vaksin polio baru bermunculan.

Uniknya tahun lalu, titik terakhir penyakit polio berada di Afrika dan Indonesia punya andil besar di momen penghabisan virus polio.

Dimana vaksin polio yang digunakan di Afrika (titik terakhir keberadaan virus polio), adalah vaksin buatan peneliti tanah air, yang diproduksi di Bandung, Jawa Barat, oleh perusahaan farmasi milik negara, Bio Farma.

"Jadi kita ikut menghilangkan polio dan belajar dari Indonesia," tutur Arie yang juga Tim Inti Komunikasi Publik Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

Ke depannya setelah pandemi usai, Arie memprediksi Covid-19 akan tetap jadi penyakit berkelanjutan, dan program vaksinasi Covid-19 akan terus berlangsung sampai virusnya benar-benar musnah di dunia, selaiknya virus polio.

"Peran vaksinasi sangatlah besar, tanpa vaksin seperti vaksin polio, mungkin dunia tidak punya banyak atlet yang bisa bergerak bebas karena menderita kelumpuhan," pungkas Arie. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Positif Menjaga Jarak: Berkurangnya Sindrom Mirip Polio

Dampak Positif Menjaga Jarak: Berkurangnya Sindrom Mirip Polio

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 20:00 WIB

Mendapat 3 Jenis Vaksin Sekaligus, 2 Bayi Meninggal Beberapa Jam Kemudian

Mendapat 3 Jenis Vaksin Sekaligus, 2 Bayi Meninggal Beberapa Jam Kemudian

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 12:55 WIB

Kasus Penyakit Misterius AFM Menurun akibat Pandemi Virus Corona

Kasus Penyakit Misterius AFM Menurun akibat Pandemi Virus Corona

Health | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:28 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB