Kemenkes Targetkan 5 Juta Orang Indonesia Bisa Berhenti Merokok

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 01 Juni 2021 | 12:44 WIB
Kemenkes Targetkan 5 Juta Orang Indonesia Bisa Berhenti Merokok
Ilustrasi rokok. (Shutterstock)

Suara.com - Kebiasaan merokok di masyarakat Indonesia menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah karena menyebabkan tingginya angka kesakitan. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuowono menyampaikan bahwa merokok jadi penyebab terjadinya penyakit tidak menular dan kondisi itu tentu menyita biaya kesehatan.

"Kerugian ekonomi yang disebabkan penggunaan tembakau sangat besar. Berdasarkan data dari 152 negara, pada 2018, bahwa setiap tahun biaya ekonomi dari kegiatan merokok atau pengeluaran kesehatan dan kerugian produktivitas adalah sebesar 1.436 miliar dolar atau sebesar 20,638 triliun rupiah, setara dengan 1,8 persen dari produk nasional bruto tahunan di dunia," kata Dante dalam konferensi pers Hari Tanpa Tembakau Sedunia, yang disiarkan dalam kanal YouTube Kemenkes, Senin (31/5/2021).

Dante juga menyebutkan bahwa sekitar 200 ribu kasus penyakit di Indonesia disebabkan karena merokok. Dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini, kampanye yang digaungkan ialah ajakan untuk komitmen berhenti merokok.

"Di Indonesia berarti berani berhenti merokok apapun jenisnya, baik itu rokok konvensional maupun rokok yang lebih modern," tambah Dante.

Kampanye tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi di Indonesia, apalagi dengan meningkatnya konsumsi rokok pada kalangan anak dan remaja.

"Tahun ini kami mengajak lapisan masyarakat untuk dukung gerakan berhenti merokok dengan target meraih 5 juta orang perokok berkomitmen berhenti merokok apapun jenisnya," ucap Dante.

Menurutnya, dengan lima juta orang komitmen berhenti, artinya negara bisa menghemat pembiayaan kesehatan, menyelamatkan banyak nyawa dari berbagai penyakit yang berkaitan dengan rokok, menyelamatkan orang-orang perokok pasif, juga bantu menciptakan lingkungan lebih sehat.

Dante berjanji pemerintah akan dan terus melakukan advokasi kebijakan kawasan tanpa rokok, pemberdayaan perokok agar berhasil berhenti. Tindakan itu dalam upaya mengurangi jumlah perokok pasif.

"Untuk mengejar target 5 juta, kita melakukan berbagai tindakan promotif pada masyarakat salah satunya adalah melakukan larangan untuk iklan rokok. Kemudian kita juga menyertakan LSM untuk bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan tindakan promotif berhenti merokok," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut-sebut Nama Atta Halilintar, Menkes Budi Minta Anak Muda Berhenti Merokok

Sebut-sebut Nama Atta Halilintar, Menkes Budi Minta Anak Muda Berhenti Merokok

News | Selasa, 01 Juni 2021 | 12:21 WIB

Pengaruhi Kesuburan, Pasangan Harusnya Berhenti Merokok saat Rencanakan Kehamilan

Pengaruhi Kesuburan, Pasangan Harusnya Berhenti Merokok saat Rencanakan Kehamilan

Health | Selasa, 01 Juni 2021 | 11:47 WIB

Dokter UGM: Semakin Dini Mulai Merokok, Semakin Sulit Berhenti

Dokter UGM: Semakin Dini Mulai Merokok, Semakin Sulit Berhenti

Jakarta | Selasa, 01 Juni 2021 | 12:05 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×