Stigma dan Diskriminasi Hambat Indonesia Bebas Tuberkulosis 2030

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 15 Juni 2021 | 01:10 WIB
Stigma dan Diskriminasi Hambat Indonesia Bebas Tuberkulosis 2030
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Stigma dan diskriminasi masih kerap dialami oleh pasien tuberkulosis atau TB. Hal itu bukan hanya menghambat pengobatan, tapi juga tujuan Indonesia bebas Tuberkulosis pada 2030. 

Bahkan, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung atau P2PML Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi  menyebut bahwa diskriminasi dan stigma pada pasien tuberkulosis masuk dalam pelanggaran HAM. 

“Masalah utama bukan hanya penyakit saja, tapi masalah sosial seperti pelanggaran HAM dan stigma masih menghampiri, dan ini akan menghambat pemenuhan hak pasien dan para penyintas tuberkulosis. Termasuk akses pelayanan,”  ungkapnya pada acara “Stigma TBC dan Hambatan Lainnya”, Senin (14/6/2021).

Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)
Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)

Nadia melanjutkan, bahwa diskriminasi yang dialami pasien bukan hanya dari masyarakat, tapi juga dari keluarga maupun tempat bekerja. Situasi tersebut bisa memperburuk kondisi pasien. 

Sehingga pasien enggan pergi ke rumah sakit dan memeriksa kondisi Tuberkulosis yang dialaminya. Perlahan hal tersebut juga mempengaruhi psikologisnya. 

“Kalau ada seseorang yang menderita tuberkulosis di tempat kerja, diharapkan dapat diberikan cuti untuk menyelesaikan pengobatannya. Tetapi sering yang kita hadapi, pasien yang menjalani pengobatan tuberkulosis justru mengalami PHK karena takut menular ke karyawan lainnya,” lanjutnya.

Masalah tuberkulosis, lanjut dr. Nadia masih menjadi penyakit global. Sekaligus penyakit mematikan di dunia yang telah memakan nyawa.

“Sementara tuberkulosis kita ketahui sudah ada obatnya, dan tinggal menemukan penderitanya. Di sisi lain, TB juga menimbulkan kondisi kuman yang menetap di tubuh kita,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fat Shaming Tidak Mendorong Perilaku Sehat, Justru Makin Meningkatkan Berat Badan

Fat Shaming Tidak Mendorong Perilaku Sehat, Justru Makin Meningkatkan Berat Badan

Health | Senin, 07 Juni 2021 | 18:15 WIB

Komnas HAM: Stigma 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Bisa Menghancurkan Orang hingga Anak-Cucu

Komnas HAM: Stigma 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Bisa Menghancurkan Orang hingga Anak-Cucu

News | Senin, 31 Mei 2021 | 14:32 WIB

Mien Uno: Jangan Pernah Merasa Menjadi Perempuan

Mien Uno: Jangan Pernah Merasa Menjadi Perempuan

Video | Selasa, 25 Mei 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB