Menurut Ahli, Varian Delta 2,5 Kali Lebih Cepat Menular Pada Usia Muda

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 13 Juli 2021 | 12:03 WIB
Menurut Ahli, Varian Delta 2,5 Kali Lebih Cepat Menular Pada Usia Muda
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Coronavirus Covid-19 varian Delta memiliki kecepatan lebih tinggi menularkan antar manusia. Di antara kelompok muda, penularannya bahkan 2,5 kali lebih cepat dibandingkan varian Alpha.

"Varian Delta berhubungan juga dengan gejala lebih berat dan juga menyerang usia muda lebih banyak. Dari penelitian di Skotlandia dan Inggris, dia 2,5 kali lebih menular dibandingkan varian Alpha sebelumnya," kata dokter spesialis paru dr. Riyadi Sutarto, Sp.P., dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (13/7/2021).

Menurut dokter Riyadi, varian Delta saat ini memang tengah diwaspadai di seluruh dunia. Terlebih Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Delta sebagai variant of concern.

Di Inggris, lanjut dokter Riyadi, penularan varian Delta telah lebih dominan dibandingkan varian Alpha yang pertama kali ditemukan di negara tersebut.

"Varian Alpha sendiri sudah menjadi momok saat itu di Inggris. Tapi sekarang, untuk varian Delta sendiri tingkat transmisi di Inggris sudah 60 persen," ucapnya.

Akibat penularannya yang lebih cepat, varian Delta juga disebut menyebabkan lonjakan hingga dua kali lipat pada kasus positif harian, tingkat perawatan di rumah sakit, dan angka kematian atau disebut dengan istilah doubling time.

Dokter Riyadi mengatakan, hasil penelitian dari Skotlandia menunjukan lonjakan akibat varian Delta itu terjadi hanya dalam waktu 11 hari.

"Tapi kalau di Indonesia ini kita lihat waktunya kurang dari 11 hari. Kemarin angka kasus kita masih 12 ribu, lalu cepat jadi 13 ribu, 14 ribu lalu naik jadi 24 ribu. Bahkan hingga 38 ribu dan sekarang 40 ribu. Jadi cepat sekali, dan angka kematian kita sudah seribu per hari," tutur dokter di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta tersebut.

Pertama kali ditemukan di India, varian Delta pula yang menyebabkan terjadinya tsunami Covid-19 di negara berpenduduk 1,3 miliyar itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Reinfeksi Covid-19, Seberapa Sering Kondisi Itu Terjadi?

Apa Itu Reinfeksi Covid-19, Seberapa Sering Kondisi Itu Terjadi?

Health | Selasa, 13 Juli 2021 | 11:45 WIB

Pemprov Kepri Larang Warga Gelar Takbir Keliling Idul Adha, Takbiran di Masjid Dibatasi

Pemprov Kepri Larang Warga Gelar Takbir Keliling Idul Adha, Takbiran di Masjid Dibatasi

Batam | Selasa, 13 Juli 2021 | 09:35 WIB

Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19, ini 3 Faktor Pemicunya!

Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19, ini 3 Faktor Pemicunya!

Health | Selasa, 13 Juli 2021 | 09:22 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB