alexametrics

Satgas Ajak Masyarakat Terbiasa Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bagaimana Caranya?

Vania Rossa | Lilis Varwati
Satgas Ajak Masyarakat Terbiasa Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Karena tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam menghilangkan paparan infeksi virus Corona.

Suara.com - Selama 1,5 tahun infeksi Covid-19 telah mewabah di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri tidak bisa memperkirakan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Oleh karenanya, Satgas Penanganan Covid-19 mengajak masyarakat untuk membiasakan diri hidup berdampingan dengan virus Corona SARS Cov-2 tersebut.

"Sudah sewajarnya kita mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, seperti pada waktu dulu flu Spanyol yang ada di Indonesia sampai dengan 100 tahun. Maka bagaimanapun juga masyarakat harus beradaptasi dengan kehidupan-kehidupan yang berkaitan dengan masalah Covid-19," kata Kasubbid Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 dr. Khusmedi Priharto, Sp.OT., dalam webinar daring, Kamis (29/7/2021).

Ia menambahkan, masyarakat harus memahami bedanya karakteristik virus SARS Cov-2 dengan SARS Cov-1 yang juga sempat menjadi penyebab wabah penyakit beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Tambah 3.845 Pasien, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 807.872 Kasus

Dokter Khusmedi menjelaskan, pada virus Corona SARS Cov-1, media penularan terjadi melalui binatang ke manusia. Seperti infeksi flu babi, flu burung, dan demam berdarah. Sementara virus SARS Cov-2 penularannya terjadi antar manusia.

"(Pada SARS Cov-1), kalau media antaranya itu dibasmi maka dia akan hilang penularannya. Sedangkan pada SARS Cov-2 ini medianya adalah head to head antara manusia dengan manusia. Sehingga kalau kita mau memutuskan kan tidak mungkin kita menghilangkan manusia. Jadi semuanya sangat tergantung pada perilaku kita dalam mencegah penularan," ucapnya.

Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam menghilangkan paparan infeksi virus Corona. Dokter Khusmedi mengatakan, yang perlu dipahami juga bahwa jika protokol kesehatan dijalankan dengan baik maka angka positif Covid-19 juga akan turun.

Menurut dokter Khusmedi, disiplin menjalankan protokol kesehatan bahkan lebih tinggi efikasinya daripada vaksinasi saat ini. Sebab, prinsipnya, vaksinasi tidak membunuh virus. Tetapi sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar ketika virus masuk ke dalam tubuh tidak bisa berkembang biak.

"Bagaimana kita menggunakan masker, kemudian menjaga jarak dan kita senantiasa mencuci tangan, penularan antar orang ke orang hanya 1,5 sampai 2 persen, efikasinya jauh lebih tinggi daripada vaksin sendiri. Jadi kalau itu benar-benar kita pahami, bisa kita melakukan berdampingan dengan Covid," jelasnya.

Baca Juga: Update Penanganan COVID-19 di Indonesia Kamis, 29 Juli 2021

Komentar