Satgas Ajak Masyarakat Terbiasa Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bagaimana Caranya?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 30 Juli 2021 | 06:11 WIB
Satgas Ajak Masyarakat Terbiasa Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Selama 1,5 tahun infeksi Covid-19 telah mewabah di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri tidak bisa memperkirakan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Oleh karenanya, Satgas Penanganan Covid-19 mengajak masyarakat untuk membiasakan diri hidup berdampingan dengan virus Corona SARS Cov-2 tersebut.

"Sudah sewajarnya kita mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, seperti pada waktu dulu flu Spanyol yang ada di Indonesia sampai dengan 100 tahun. Maka bagaimanapun juga masyarakat harus beradaptasi dengan kehidupan-kehidupan yang berkaitan dengan masalah Covid-19," kata Kasubbid Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 dr. Khusmedi Priharto, Sp.OT., dalam webinar daring, Kamis (29/7/2021).

Ia menambahkan, masyarakat harus memahami bedanya karakteristik virus SARS Cov-2 dengan SARS Cov-1 yang juga sempat menjadi penyebab wabah penyakit beberapa tahun lalu.

Dokter Khusmedi menjelaskan, pada virus Corona SARS Cov-1, media penularan terjadi melalui binatang ke manusia. Seperti infeksi flu babi, flu burung, dan demam berdarah. Sementara virus SARS Cov-2 penularannya terjadi antar manusia.

"(Pada SARS Cov-1), kalau media antaranya itu dibasmi maka dia akan hilang penularannya. Sedangkan pada SARS Cov-2 ini medianya adalah head to head antara manusia dengan manusia. Sehingga kalau kita mau memutuskan kan tidak mungkin kita menghilangkan manusia. Jadi semuanya sangat tergantung pada perilaku kita dalam mencegah penularan," ucapnya.

Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam menghilangkan paparan infeksi virus Corona. Dokter Khusmedi mengatakan, yang perlu dipahami juga bahwa jika protokol kesehatan dijalankan dengan baik maka angka positif Covid-19 juga akan turun.

Menurut dokter Khusmedi, disiplin menjalankan protokol kesehatan bahkan lebih tinggi efikasinya daripada vaksinasi saat ini. Sebab, prinsipnya, vaksinasi tidak membunuh virus. Tetapi sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar ketika virus masuk ke dalam tubuh tidak bisa berkembang biak.

"Bagaimana kita menggunakan masker, kemudian menjaga jarak dan kita senantiasa mencuci tangan, penularan antar orang ke orang hanya 1,5 sampai 2 persen, efikasinya jauh lebih tinggi daripada vaksin sendiri. Jadi kalau itu benar-benar kita pahami, bisa kita melakukan berdampingan dengan Covid," jelasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah RS di Thailand Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19, Banyak RS Tutup

Sejumlah RS di Thailand Kewalahan Tangani Lonjakan Kasus Covid-19, Banyak RS Tutup

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 04:45 WIB

Satgas COVID-19: Naik-Turunnya Kasus Tergantung Perilaku Masyarakat

Satgas COVID-19: Naik-Turunnya Kasus Tergantung Perilaku Masyarakat

Health | Kamis, 29 Juli 2021 | 21:38 WIB

UPDATE: Kasus Kematian COVID-19 Tertinggi Urutan Kedua di Jatim

UPDATE: Kasus Kematian COVID-19 Tertinggi Urutan Kedua di Jatim

Malang | Kamis, 29 Juli 2021 | 21:31 WIB

Terkini

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

×