Mengapa Makanan Tidak Sehat dapat Menghambat Pertumbuhan Anak?

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 02 Agustus 2021 | 15:39 WIB
Mengapa Makanan Tidak Sehat dapat Menghambat Pertumbuhan Anak?
ilustrasi tumbuh kembang anak. (Shutterstock)

Suara.com - Makanan tidak sehat sering dikaitkan dengan berbagai efek kesehatan yang negatif. Salah satunya adalah menghambat pertumbuhan, baik secara fisik maupun mental.

Berhubungan dengan hal tersebut, Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa makanan tidak sehat dapat menghambat pertumbuhan?

Seperti yang kita ketahui, makanan tidak sehat, seperti makanan cepat saji dan makanan olahan dikenal sebagai makanan yang rendah gizi.

Menurut sebuah studi dari journal Health Promotion Perspectives Trusted, yang dilansir Medical Health, makanan jenis ini cenderung mengandung berbagai zat yang umumnya tidak sehat.

Ilustrasi makanan cepat saji [shutterstock]
Ilustrasi makanan cepat saji [shutterstock]

Di antaranya ialah tinggi gula, garam, dan lemak jenuh atau trans, serta dibuat dengan banyak pengawet dan bahan olahan. Deretan bahan inilah yang memunculkan berbagai efek negatif terhadap perumbuhan, tak hanya pada anak-anak, tapi juga orang dewasa.

Dilansir Times of India, para ahli mengklaim bahwa makanan jenis ini secara teratur memiliki efek samping yang menghambat pertumbuhan anak-anak.

"Hubungan anak dengan makanan berhubungan langsung dengan pertumbuhan. Cokelat, kripik, mie instan bukanlah pilihan yang tepat saat seorang anak ingin menjadi tinggi dan pintar," kata Dr Rashmi Dwivedi, Kepala Departemen Rumah Pediatri, Rumah Sakit Hamidia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika makanan tidak sehat juga menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan pubertas dini pada anak usia 9-10 tahun. Efek samping ini tentu berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.

Selain itu, lanjut dia, para ahli juga mengatakan jika minuman berkarbonasi kaya kalori juga dapat memobilisasi kalsium dan tulang, yang bukan hanya untuk anak namun juga untuk dewasa.

Sebuah studi baru juga mengatakan mengunyah makanan ringan yang diproses dan manis menimbulkan ancaman serius bagi tulang anak-anak yang sedang tumbuh. Para peneliti mengatakan bahwa makanan olahan dapat menghambat pertumbuhan tulang dan membuat anak-anak memiliki tulang yang lebih lemah bahkan dalam jumlah kecil.

Sementara, dilansir dari Academy of Nutrition and Dietetics, kita membutuhkan karbohidrat, serat, protein, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, zat besi, seng dan juga berbagai vitamin untuk dapat tumbuh, belajar, dan berkembang.

Tentu saja, semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk terus tumbuh dan berkembang, baik secara fisik dan mental ini tidak ditemukan dalam makanan tidak sehat.

Sehingga mendapatkan nutrisi yang cukup dalam makanan sangat penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang tepat. Nah, berikut adalah 11 makanan yang dapat merangsang hormon pertumbuhan, seperti yang dilansir Healthline.

ilustrasi kacang-kacangan. (Shutterstock)
ilustrasi kacang-kacangan. (Shutterstock)

1. Kacang

Kacang tinggi protein dan zat besi, yang dapat melindungi dari anemia dan mendorong pertumbuhan yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa

Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa

Health | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:05 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pelajaran Parenting di Balik Film Na Willa

Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pelajaran Parenting di Balik Film Na Willa

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 08:38 WIB

Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?

Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?

Health | Senin, 19 Januari 2026 | 10:49 WIB

6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan

6 Promo Imlek Gerai Makanan Cepat Saji, Manfaatkan Kesempatan

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:43 WIB

Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya

Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:42 WIB

Winter Festival JEYC Jadi Ruang Belajar Holistik bagi Tumbuh Kembang Anak

Winter Festival JEYC Jadi Ruang Belajar Holistik bagi Tumbuh Kembang Anak

Your Say | Minggu, 21 Desember 2025 | 09:10 WIB

Teknologi Jadi Kunci: Ini Pendekatan Baru Cegah Stunting dan Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Teknologi Jadi Kunci: Ini Pendekatan Baru Cegah Stunting dan Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Health | Rabu, 19 November 2025 | 12:42 WIB

Camping Lebih dari Sekadar Liburan, Tapi Cara Ampuh Bentuk Karakter Anak

Camping Lebih dari Sekadar Liburan, Tapi Cara Ampuh Bentuk Karakter Anak

Health | Sabtu, 08 November 2025 | 01:05 WIB

Nggak Sekadar Tinggi Badan, Ini Aspek Penting Tumbuh Kembang Anak

Nggak Sekadar Tinggi Badan, Ini Aspek Penting Tumbuh Kembang Anak

Health | Jum'at, 07 November 2025 | 11:12 WIB

Gaya Hidup Modern Bikin Diabetes di Usia Muda Meningkat? Ini Kata Dokter

Gaya Hidup Modern Bikin Diabetes di Usia Muda Meningkat? Ini Kata Dokter

Health | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:16 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB