Penyintas Covid-19 Berisiko Alami Long Covid-19 Berupa Parosmia, Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 11 Agustus 2021 | 19:05 WIB
Penyintas Covid-19 Berisiko Alami Long Covid-19 Berupa Parosmia, Apa Itu?
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Infeksi Covid-19 ternyata tidak hanya mengganggu indera penciuman dengan hilangnya kemampuan membau atau anosmia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski sudah sembuh dari infeksi, penyintas Covid-19 tetap berisiko alami gangguan pada indera penciuman.

Dikutip dari Healthline, ulasan penelitian ditemukan bahwa 47 persen penyintas Covid-19 mengalami perubahan kemampuan membau atau suatu kondisi yang disebut parosmia. Kondisi tersebut kadang-kadang bertahan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah sembuh.

Beberapa orang dengan parosmia mendeteksi bau disekitarnya seperti bau terbakar atau asap.

Parosmia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan perubahan indera penciuman. Orang-orang yang parosmia kemungkinan akan merasa indera penciumannya tidak sekuat biasanya, tidak dapat mendeteksi aroma tertentu, sensitif terhadap bau yang tidak sedap.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Kondisi parosmia diduga muncul dengan sendirinya atau bersamaan dengan adanya gejala hidung, seperti tersumbat atau berair.

Parosmia diperkirakan bisa terjadi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah sembuh dari Covid-19.

Dalam studi yang dilakukan pada Mei 2021, para peneliti memeriksa 268 orang yang mengalami parosmia setelah terinfeksi virus Corona. Mereka menemukan para peserta mengalami perubahan bau yang berlangsung selama 10 hari hingga 3 bulan. 

Setiap orang dalam penelitian ini mengalami kehilangan penciuman sebagian atau seluruhnya sebelum mengembangkan parosmia.

Lebih dari 75 persen orang juga mengalami indera perasa yang berubah dan hanya 0,7 persen yang memiliki gejala hidung lainnya, seperti pilek atau hidung tersumbat.

baca juga

Meski begitu, penyebab pasti bagaimana infeksi Covid-19 menyebabkan parosmia masih belum jelas.

Kerusakan pada epitel penciuman dianggap jadi salah satu pemicunya. Epitel penciuman adalah jaringan pada hidung yang menerima bau untuk diproses sebagai informasi sensorik dan dapat ditafsirkan oleh otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah 6 Orang di Riau Tertular Virus Corona Varian Delta, Dua Meninggal

Sudah 6 Orang di Riau Tertular Virus Corona Varian Delta, Dua Meninggal

Riau | Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:10 WIB

Diragukan Negatif dari Covid-19, Babe Cabita Nekat Cium Anak

Diragukan Negatif dari Covid-19, Babe Cabita Nekat Cium Anak

Entertainment | Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:05 WIB

Masuk Mal Wajib Tunjukan Surat Vaksin ke Petugas

Masuk Mal Wajib Tunjukan Surat Vaksin ke Petugas

Foto | Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:20 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×