Berat Badan Meningkat selama Pandemi, 5 Kebiasaan Buruk Berikut Penyebabnya

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 31 Agustus 2021 | 10:33 WIB
Berat Badan Meningkat selama Pandemi, 5 Kebiasaan Buruk Berikut Penyebabnya
Ilustrasi ngemil sambil bekerja. (Shutterstock)

Suara.com - Berada di rumah terus menerus selama pandemi tidak hanya bikin bosan, namun juga perburuk pola makan. Dampaknya, banyak orang yang mengeluhkan penambahan berat badan

Melansir dari Everyday Health, berikut beberapa perubahan negatif kebiasaan makan selama pandemi, antara lain:

1. Banyak Ngemil

Bagi mereka yang tiba-tiba bekerja dari rumah, waktu makan normal terkadang dialihkan menjadi ngemil sepanjang hari. Sangat mudah untuk mengambil segenggam keripik atau menggigitnya setiap kali Anda memasuki dapur.

Monica Reinagel, LDN, spesialis perawat klinis, ahli gizi berlisensi, dan pembawa acara podcast Change Academy mencatat bahwa dengan adanya batasan sosial orang-orang menjadi tidak sadar diri tentang kebiasaan ngemil mereka.

2. Makan karena Emosional

Pandemi menyebabkan ketidakpastian yang sering kali memicu stres dan kecemasan. Tak sedikit orang membendung emosional mereka dengan makanan. 

"Makanan adalah katup pelepas stres yang konstan untuk kebosanan dan kelelahan di depan layar," kata Reinagel.

Ilustrasi seorang perempuan menikmati burger. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang perempuan menikmati burger. [Shutterstock]


Penelitian menunjukkan bahwa pemakan emosional 13,38 persen lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan atau obesitas daripada orang yang tidak menggunakan makanan sebagai alat mengatasi masalah emosional. 

baca juga

3. Membeli Camilan dalam Jumlah Besar

Pada minggu-minggu awal pandemi, banyak pembeli yang panik dan memborong berbagai kebutuhan makanan, termasuk camilan. 
Ketersediaan camilan dengan jumlah banyak di rumah tentu akan meningkatkan kebiasaan mengemil. 

4. Penyalahgunaan Aplikasi Pesan Antar

Selama tahun 2020, ada peningkatan besar dalam penggunaan aplikasi pesan-antar makanan. Sebuah studi yang diterbitkan pada Februari 2020 di Frontiers in Nutrition menjelaskan banyak orang yang berlebihan memanfaatkan aplikasi pesan antar makanan. 

5. Konsumsi Alkohol Berlebih

Sebuah studi yang diterbitkan pada Desember 2020 di International Journal of Environmental Research and Publish Health menemukan peningkatan asupan alkohol. 

Setudi menunjukkan bahwa 60,1 persen orang berusia 21 tahun ke atas yang disurvei mengatakan mereka minum lebih banyak alkohol daripada sebelum pandemi. 

Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)
Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)


"Orang cenderung meremehkan jumlah kalori yang disumbangkan alkohol untuk diet Anda," kata Reinagel. 

"Anda dapat dengan mudah meningkatkan asupan kalori harian Anda sebesar 30 hingga 40 persen," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peranan Pekerja Seni dan Tokoh Adat Memahami New Normal COVID-19

Peranan Pekerja Seni dan Tokoh Adat Memahami New Normal COVID-19

Sumsel | Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:26 WIB

Penting bagi Pria, Pola Makan Mediterania Turunkan Risiko Disfungsi Ereksi

Penting bagi Pria, Pola Makan Mediterania Turunkan Risiko Disfungsi Ereksi

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:30 WIB

Viral Pria Kesal Sama Sabun Sampai Diadu di Lintasan Tamiya, Publik: Kebangetan

Viral Pria Kesal Sama Sabun Sampai Diadu di Lintasan Tamiya, Publik: Kebangetan

News | Selasa, 31 Agustus 2021 | 09:03 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×