Studi: Migrain Dapat Menurunkan Kualitas Tidur pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 23 September 2021 | 12:49 WIB
Studi: Migrain Dapat Menurunkan Kualitas Tidur pada Orang Dewasa dan Anak-Anak
Ilustrasi migrain. (Shutterstock)

Suara.com - Migrain merupakan sakit kepala berdenyut di satu wilayah tertentu yang intensitasnya dapat bervariasi. Baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mengalami migrain.

Sebuh penelitian mengungkap bahwa penderita migrain lebih mungkin memiliki siklus tidur REM (Rapid Eye Movement) yang kurang berkualitas, dibandingkan orang yang tidak menderita migrain.

Hasil studi yang terbit di Jurnal Neurology pada 22 September 2021 mengungkap anak-anak dengan migrain ditemukan memiliki waktu tidur total yang lebih sedikit, dibanding sebaya mereka yang sehat.

REM sendiri merupakan tahap tidur yang melibatkan sebagian aktivitas otak dan mimpi. Hal ini penting untuk melihat bagaimana fungsi memori berperan dalam aktivitas tidur tersebut.

“Kami ingin menganalisis ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, yakni bagaimana migrain memengaruhi pola tidur seseorang dengan tingkat keparahan sakit kepala mereka,” ungkap peneliti dari King’s College London, Jan Hoffmann.

“Dengan begitu, dokter dapat lebih mendukung orang dengan migrain dan memberikan perawatan tidur yang lebih efektif,” ungkapnya lebih lanjut.

Lewat meta-analisis ini, para peneliti melakukan uji dari 32 studi yang melibatkan survei terhadap 10.243 orang. Peserta menyelesaikan kuesioner tentang kualitas tidur mereka. Mulai dari kebiasaan tidur, berapa lama waktu tidur, total waktu tidur, dan penggunaan alat bantu tidur. Skor yang lebih tinggi menunjukkan responden memiliki kualitas tidur yang lebih buruk.

Para peneliti menemukan, orang dewasa dengan migrain secara keseluruhan, memiliki skor rata-rata lebih tinggi dibanding mereka tanpa migrain.

Perbedaan ini bahkan lebih besar dibanding orang dengan migrain kronis. Ketika para peneliti melihat studi tidur, mereka menemukan bahwa orang dewasa dan anak-anak dengan migrain, memiliki pwaktu tidur yang sedikit.

baca juga

“Analisis kami memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang migrain, juga bagaimana ini memengaruhi pola tidur mereka serta dampak pola dari kemampuan mereka untuk mendapatkan tidur yang baik,” ungkap Hoffmann.

Dari meta-analisis ini tidak membuktikan hubungan sebab akibat antara tidur dan migrain. Karena keterbatasan meta-analisis ini, obat-obatan yang memengaruhi siklus tidur tidak diperhitungkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Begadang? Ini 5 Dampak Buruknya yang Perlu Diketahui

Sering Begadang? Ini 5 Dampak Buruknya yang Perlu Diketahui

Your Say | Rabu, 22 September 2021 | 10:08 WIB

Penjelasan Apa Itu Daun Bidara, Lengkap dengan Fakta Menarik dan 5 Manfaatnya

Penjelasan Apa Itu Daun Bidara, Lengkap dengan Fakta Menarik dan 5 Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 21 September 2021 | 19:11 WIB

Perhatikan 7 Kebiasaan yang Dapat Menganggu Kualitas Tidur

Perhatikan 7 Kebiasaan yang Dapat Menganggu Kualitas Tidur

Lifestyle | Selasa, 21 September 2021 | 16:25 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB