Untuk Pertama Kalinya, Vaksin Malaria Akan Diberikan Kepada Anak-Anak di Afrika

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 08:14 WIB
Untuk Pertama Kalinya, Vaksin Malaria Akan Diberikan Kepada Anak-Anak di Afrika
Ilustrasi penyakit malaria. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak di sebagian besar Afrika akan mendapatkan vaksinasi malaria, penyakit yang telah menjangkiti umat manusia selama berabad-abad.

Infeksi yang dibawa nyamuk ini telah membunuh lebih dari 400.000 orang per tahun, yang sebagian besar adalah bayi dan balita.
Pada hari Rabu (6/10/2021), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin malaria untuk digunakan di seluruh Afrika sub-Sahara dan wilayah dengan tingkat penularan sedang hingga tinggi untuk pertama kalinya, mengikuti program percontohan yang sebelumnya sukses dilakukan di Ghana, Kenya, dan Malawi.

Dikembangkan oleh pembuat obat Inggris GlaxoSmithKline, vaksin yang pertama kali terbukti efektif enam tahun lalu itu diberikan dalam empat dosis pada anak-anak mulai usia lima bulan.

“Ini adalah momen bersejarah. Vaksin malaria yang telah lama ditunggu-tunggu untuk anak-anak merupakan terobosan bagi ilmu pengetahuan, kesehatan anak, dan pengendalian malaria,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO.

Tedros yakin bahwa vaksin ini dapat mencegah malaria dan dapat menyelamatkan puluhan ribu jiwa muda setiap tahun.

WHO khawatir bahwa jumlah infeksi dan kematian malaria mungkin meningkat di Afrika sub-Sahara dalam 18 bulan terakhir sebagai akibat dari terganggunya upaya pencegahan dan pengobatan yang disebabkan oleh Covid-19. Sebelum pandemi, juga telah dilaporkan stagnasi yang sedang berlangsung terhadap penyakit mematikan itu.

Sedangkan Dr. Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika, mengatakan bahwa vaksinasi menawarkan secercah harapan bagi benua yang menanggung beban terberat penyakit malaria.

"Kami berharap lebih banyak anak Afrika terlindungi dari malaria dan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat,” katanya, seperti dilansir dari laman Independent.

Hingga saat ini, program percontohan WHO telah memberikan lebih dari 2,3 juta dosis vaksin, yang dikenal sebagai Mosquirix, di antara 800.000 anak-anak.

baca juga

Hasilnya menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman dan telah menurunkan 30 persen kasus malaria berat, bahkan di daerah di mana kelambu berinsektisida banyak digunakan dan ada akses yang baik untuk diagnosis dan pengobatan.

Program percontohan ini juga menemukan bahwa vaksin tersebut tidak berdampak negatif pada langkah-langkah lain untuk mencegah malaria, dan sangat hemat biaya.

Para ahli mengakui bahwa vaksin ini jauh dari sempurna, di mana efektivitasnya masih rendah karena memerlukan empat dosis untuk setiap anak, dan perlindungan mungkin menghilang setelah beberapa bulan.

Namun, mengingat beban malaria yang sangat tinggi di Afrika – di mana 260.000 anak meninggal karena penyakit tersebut pada tahun 2019 dan sebagian besar dari 200 juta kasus di dunia dilaporkan di sana – para ilmuwan mengatakan vaksin dapat berdampak besar serta berpotensi menyelamatkan ratusan ribu nyawa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Malaria yang Diterima WHO Efektif hanya untuk Parasit Plasmodium falciparum

Vaksin Malaria yang Diterima WHO Efektif hanya untuk Parasit Plasmodium falciparum

Tekno | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 23:14 WIB

Mengenal Mosquirix, Vaksin Malaria Pertama di Dunia yang Efektivitasnya Sekitar 30%

Mengenal Mosquirix, Vaksin Malaria Pertama di Dunia yang Efektivitasnya Sekitar 30%

Health | Kamis, 07 Oktober 2021 | 17:08 WIB

WHO Setujui Penggunaan Vaksin Malaria RTS,S Buatan Inggris di Afrika

WHO Setujui Penggunaan Vaksin Malaria RTS,S Buatan Inggris di Afrika

Health | Kamis, 07 Oktober 2021 | 15:52 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB