Suka Nonton Film Horor? Ternyata Ada Kaitannya dengan Hormon Lho

Yasinta Rahmawati

Senin, 11 Oktober 2021 | 14:01 WIB
Suka Nonton Film Horor? Ternyata Ada Kaitannya dengan Hormon Lho
Ilustrasi nonton film horor. (Shutterstock)

Suara.com - Dari berbagai genre film, horor menjadi salah satu favorit banyak orang. Meski menampilkan tokoh yang menakutkan serta adegan yang mengejutkan, bagi banyak orang menonton film horor memberi kesenangan tesendiri.

Tahukah Anda, kesenangan menonton film horor ini ternyata dipengaruhi oleh genetik.

Dilansir dari WebMD, DNA manusia terhubung sedemikian rupa sehingga beberapa orang menyukai film horor sementara yang lain membencinya. Atau mengapa beberapa orang mendambakan film horor sementara yang lain mundur sebelum mencoba menontonnya.

Tak perlu minder jika Anda mudah takut dengan film horor, sebab refleks alami Anda memiliki alasan di baliknya.

"Epinefrin, juga dikenal sebagai adrenalin, disekresikan dalam darah ketika seseorang menonton film menakutkan," kata Shana Feibel, DO, seorang psikiater di Lindner Center of HOPE dekat Cincinnati, OH.

"Ini menyebabkan sistem saraf simpatik mengambil alih dan menciptakan perasaan melawan atau lari, yang mempersiapkan tubuh untuk merespons ancaman yang dirasakan," jelasnya.

Feibel mengatakan film horor dapat membuat hiperventilasi dan menyebabkan detak jantung Anda meningkat dengan cepat, yang memberi kaki Anda lebih banyak energi untuk berlari lebih cepat dalam situasi pertarungan atau pelarian yang sebenarnya.

Alasan utama mengapa Anda mungkin memiliki respons kejutan yang lebih tinggi daripada yang lain terletak pada tingkat oksitosin, yakni hormon dan neurotransmitter yang disekresikan oleh hipotalamus otak yang menenangkan Anda.

Tingkat oksitosin yang lebih tinggi berarti Anda tidak akan terlalu takut, sedangkan tingkat yang lebih rendah berarti Anda akan mudah takut.

baca juga

"Ada variasi besar pada individu tentang seberapa sensitif reseptor oksitosin mereka, yang berarti tingkat oksitosin tertentu dapat berdampak besar atau kecil," kata Joe Cohen, pendiri dan CEO SelfDecode, layanan laporan kesehatan di Miami.

Gen yang mengandung reseptor oksitosin adalah OXTR, dan semakin tidak sensitif, semakin besar kemungkinan Anda mengalami kecemasan , serangan panik , dan ketakutan.

"Ada bagian dari gen itu yang menyebabkan beberapa orang menjadi kurang cemas, kurang takut, dan memiliki respons terkejut yang lebih rendah," kata Cohen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Kerja Tes DNA Untuk Buktikan Keturunan Keluarga

Begini Cara Kerja Tes DNA Untuk Buktikan Keturunan Keluarga

Health | Senin, 11 Oktober 2021 | 11:10 WIB

Raizel Calago, Gadis Remaja Berubah Jadi Nenek-nenek, Sebabnya Ini

Raizel Calago, Gadis Remaja Berubah Jadi Nenek-nenek, Sebabnya Ini

Batam | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 17:19 WIB

Punya Kelainan Genetik, Wajah Remaja Ini Terlihat Seperti Nenek Umur 50-an

Punya Kelainan Genetik, Wajah Remaja Ini Terlihat Seperti Nenek Umur 50-an

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Terkini

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB