FDA Akan Izinkan Pemberian Vaksin Covid-19 Booster Dengan Merek Berbeda

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:19 WIB
FDA Akan Izinkan Pemberian Vaksin Covid-19 Booster Dengan Merek Berbeda
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat berencana untuk mengizinkan warta AS untuk menerima suntikan booster yang berbeda dari vaksin yang awalnya mereka terima.

Badan tersebut tidak akan merekomendasikan satu suntikan booster di atas yang lain, dan sebaliknya mengizinkan individu dan penyedia vaksin mereka untuk memilih merek yang berbeda atas kebijaksanaan mereka sendiri.

Dikutip dari NY Post, panel diharapkan untuk mengesahkan vaksin booster Moderna dan Johnson & Johnson pada Rabu malam minggu ini.

Ini diharapkan untuk memperluas peluang vaksin booster ke orang Amerika yang memenuhi syarat.

Ilustrasi vaksinator. [Presisi.co]
Ilustrasi vaksinator. [Presisi.co]

Rencana untuk mengizinkan pencampuran vaksin pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.

Otorisasi yang direncanakan datang setelah para peneliti dari National Institute of Health [NIH] bertemu pada hari Jumat dan mempresentasikan temuan studi "mix and match" yang didanai federal kepada panel ahli medis FDA, menganalisis tingkat antibodi pada pasien ketika suntikan booster mereka berbeda dengan vaksinnya.

Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang menerima Johnson & Johnson mengatakan peningkatan antibodi yang lebih besar dari suntikan booster vaksin Moderna daripada dari booster Johnson & Johnson.

Para peneliti juga menemukan bahwa booster vaksin Pfizer juga meningkatkan tingkat antibodi penerima Johnson & Johnson lebih dari booster J&J, tetapi tidak setinggi Moderna, menurut The Times.

Pejabat Kesehatan Negara telah meminta persetujuan FDA untuk mengizinkan pasien menerima booster yang lebih mudah tersedia atau ditentukan lebih aman bagi pasien oleh dokter mereka sendiri.

baca juga

Panel FDA dengan suara bulat mendukung otorisasi darurat booster J&J pada hari Jumat, di tengah kekhawatiran bahwa vaksin tersebut mungkin kurang efektif daripada vaksin Pfizer atau Moderna.

Para pejabat merekomendasikan agar semua orang yang menerima suntikan mendapatkan booster dua bulan setelahnya.

Sebuah studi yang diterbitkan Kamis menganalisis 620.000 veteran militer yang menerima vaksin J&J tahun ini dan menemukan bahwa perlindungan efektif terhadap virus turun drastis dari 88 persen pada Maret menjadi hanya 3 persen pada Agustus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Info Vaksin Surabaya 19 Oktober 2021 Hari Ini Pakai Sinovac dan AstraZeneca

Info Vaksin Surabaya 19 Oktober 2021 Hari Ini Pakai Sinovac dan AstraZeneca

Jatim | Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:47 WIB

Menkes Sebut 108 Juta Warga Sudah Dapat Suntikan Vaksin COVID-19 Dosis Pertama

Menkes Sebut 108 Juta Warga Sudah Dapat Suntikan Vaksin COVID-19 Dosis Pertama

News | Senin, 18 Oktober 2021 | 19:57 WIB

Vaksinasi Tingkat SD, Wali Kota Tangerang: Pedagang di Sekolah Juga Wajib Divaksin

Vaksinasi Tingkat SD, Wali Kota Tangerang: Pedagang di Sekolah Juga Wajib Divaksin

Banten | Senin, 18 Oktober 2021 | 17:05 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×