Kapan Anak Harus Sudah Bisa Makan Sendiri dengan Sendok?

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:14 WIB
Kapan Anak Harus Sudah Bisa Makan Sendiri dengan Sendok?
Ilustrasi bayi makan sendiri. (Shutterstock)

Suara.com - Usai mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan, anak bisa diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Di periode MPASI tersebut, anak tidak hanya diajarkan tentang rasa makanan, tapi juga bertahap belajar makan sendiri.

Hingga saat mencapai usia 2 tahun, diharapkan anak sudah bisa memegang sendok dan bisa makan sendiri. Meski begitu, dokter spesialis anak dr. Meta Hanindita, Sp.A. mengatakan kalau target tersebut butuh proses dan latihan perlahan.

Saat awal MPASI atau usia 6 bulan, anak memang belum bisa memegang sendok. Sehingga makan masih disuapi sepenuhnya.

"Seiring bertambahnya usia, kita sudah mulai bisa mengajari anak makan sendiri. Awalnya mungkin kita ajari finger food dulu. Jadi ada makanan yang masih kita suapi, tapi anak diminta untuk konsumsi atau kasih makanan yang bisa dipegang," jelas dokter Meta saat siaran langsung Instagram bersama Tasya Kamila, Rabu (20/10/2021).

Seiring bertambahnya usia, orangtua bisa memberikan anak sendok sendiri. Tetapi, orangtua juga tetap menyuapi anak. Tujuannya agar anak mulai belajar menyuap sendiri dengan sendok. Namun, lantaran khawatir lebih banyak yang tidak termakan, sehingga orangtua tetap perlu menyuapi anak.

"Karena makanan yang masuk ke anak mungkin lebih sedikit. Daripada kebuang, itu sebabnya Ibu masih harus membantu mendampingi. Tapi kalau di atas 2 tahun, kebanyakan anak-anak bisa makan sendiri," ucapnya.

Namun diakui dokter Meta, membiarkan anak usia 2 tahun makan sendiri sebenarnya juga berisiko makanan tidak dimakan sepenuhnya. Sehingga yang dikhawatirkan justru asupan nutrisinya jadi tidak optimal.

Pada usia tersebut juga anak mulai mengalami fase neophobia atau ketakutan mencoba makanan baru. Buntutnya, bisa mengakibatkan anak jadi picky eater atau pilih-pilih makanan.

Jika demikian, dokter Meta menegaskan, orangtua jangan pernah memaksa anak untuk melahap makanan yang ia tidak suka.

"Yang berhak menentukan seberapa banyak yang dimakan, apa saja yang mau dimakan, itu adalah hak anak sepenuhnya. Selama dia bertumbuh dengan baik, berat badannya naik dengan baik, kemudian tinggi badannya juga naik dengan baik, artinya kebutuhan nutrisi sudah tercukupi dengan baik," tuturnya.

Ia menambahkan, tugas orangtua sebenarnya hanya menyiapkan makanan bervariasi sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak. Sedangkan anak berhak untuk memilih mau seberapa banyak menghabiskan makanan yang disediakan.

Bahkan membujuk ataupun mengimingi anak dengan sesuatu agar mau makan pun sebaiknya tidak dilakukan oleh orangtua.

"Membujuk anak makan secara halus itu juga termasuk memaksa. Kita masih memperkenalkan sinyal lapar dan kenyang pada anak, dengan kita membujuk rayu secara halus, memaksa walaupun baik-baik saja, itu sama saja dengan tidak menghargai sinyal lapar dan kenyang anak. Karena yang tahu sinyal lapar dan kenyang itu hanya anak," ucapnya.

Lain halnya jika sekadar memberikan informasi tentang manfaat makanan yang harus dimakan tanpa ada kalimat meminta anak untuk melahapnya.

"Misalnya memberi tahu anak kalau makan daging nanti bisa cepat tinggi, lho. Itu gak apa-apa, karena keputusan makan atau tidak tetap ada pada anak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trik Unik Agar Anak Makan 8 Jenis Sayur, Bagaimana Caranya?

Trik Unik Agar Anak Makan 8 Jenis Sayur, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Senin, 17 Mei 2021 | 15:53 WIB

Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Health | Kamis, 13 Mei 2021 | 18:23 WIB

Stop Menyuapi Anak, Ini Manfaat Anak Makan Sendiri

Stop Menyuapi Anak, Ini Manfaat Anak Makan Sendiri

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 09:19 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB