alexametrics

Pentingnya Kontrol Gula Darah, Turunkan Risiko Terserang Covid-19

M. Reza Sulaiman
Pentingnya Kontrol Gula Darah, Turunkan Risiko Terserang Covid-19
Ilustrasi kadar gula darah. (Shutterstock)

Mengontol gula darah dikatakan pakar bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah terserang Covid-19. Kok bisa?

Suara.com - Mengontol gula darah dikatakan pakar bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah terserang Covid-19. Kok bisa?

Menurut ketua PB Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), Dr. dr. Sony Wibisono, Sp.PD-KEMD, FINASIM, mengatakan pengidap diabetes yang tidak mengontrol gula darah sangat rentan terserang penyakit infeksi, termasuk Covid-19.

"Kerentanan ini dapat dicegah dengan menjaga protokol kesehatan secara disiplin dan menjaga kondisi kesehatan. Maka dari itu, penyandang diabetes berhak mendapat dukungan, tidak hanya dari diri sendiri, tetapi juga dari edukator, keluarga, dokter, dan elemen lainnya," urai Sony, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Kondisi pandemi dengan berbagai pembatasan aktivitas membuat kegiatan penanganan diabetes secara kolektif mengalami hambatan. Oleh karena itu, penting sekali mengontrol gula darah dengan menjaga pola makan.

Baca Juga: Penting! Ini 5 Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PERKENI Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, mengatakan bahwa kematian akibat diabetes menjadi penyebab kematian nomor 3 di dunia. Ia menyebut masih ada salah kaprah terkait bahaya diabetes di masyarakat, yang menganggap diabetes adalah penyakit ringan.

"Apalagi, saat ini kita masih masa pandemi. Covid-19 sendiri merupakan penyakit yang lebih sering menyerang pasien diabetes, sehingga mereka diwajibkan dan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin karena dapat mecengah infeksi akibat terpapar Covid-19 dan mencegah penyakit menjadi lebih parah," terangnya.

Berdasarkan data International Diabetes Federation tahun 2020, jumlah penyandang diabetes terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2 persen dengan 10,681,400 kasus. Bahkan, menurut penelitian terbaru yang dilakukan tim penanggulangan COVID-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi COVID-19 lebih tinggi 8,3 kali lipat daripada masyarakat yang tidak menyandang diabetes.

Inilah yang menjad alasan Kalbe Nutritionals melalui brand diabetasol meneyelenggarakan seminar edukasi diabetes. Rangkaian webinar ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih memahami gejala-gejala dan penanganan diabetes khususnya di masa pandemi, sehingga menghindarkan masyarakat Indonesia dari risiko omplikasi diabetes.

Baca Juga: 7 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan, Lengkap dengan Info Kandungan Nutrisi

"Dalam dua tahun terakhir ini, selain prevalensi diabetes yang masih terus meningkat, kondisi pandemi juga menjadi tantangan khusus bagi para penyandang diabetes (diabetesi). Hal ini dikarenakan bertambah sulitnya melakukan pengawasan terhadap gula darah akibat berbagai pembatasan sosial. Maka dari itu, Diabetasol menegaskan komitmennya dengan segala cara untuk selalu menemani para diabetesi, terutama saat pandemi ini karena diabetesi sangat rentan terinfeksi COVID-19," tutur Tunghadi Indra, Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition Kalbe Nutritionals.

Komentar