facebook

Lagi, Ahli Temukan Kasus Virus Monkeypox di Maryland!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Lagi, Ahli Temukan Kasus Virus Monkeypox di Maryland!
Ilustrasi cacar monyet, monkeypox (Shutterstock)

Ahli kembali menemukan kasus virus monkeypox di Maryland, yang perlu diwaspadai gejalanya.

Suara.com - Kasus infeksi virus monkeypox telah dikonfirmasi pada seorang penduduk di Maryland, yang baru-baru ini melakukan perjalanan kembali ke AS dari Nigeria.

Menurut Departemen Kesehatan Maryland, seorang pria yang dirahasiakan identitasnya tersebut sekarang ini hanya mengalami gejala ringan virus monkeypox.

Saat ini, pria itu masih dalam masa pemulihan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah dan belum menjalani rawat inap di rumah sakit. Menurut pejabat kesehatan setempat, sekarang ini belum ada tindakan pencegahan khusus virus monkeypox.

"Otoritas kesehatan masyarakat telah mengidentifikasi dan terus menindaklanjuti orang yang mungkin sudah kontak dengan pasien yang terdiagnosis virus monkeypox tersebut," jelas Departemen Kesehatan Maryland dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Studi: Vaksin Sinovac Aman Untuk Anak 3 Hingga 17 Tahun

Adapun gejala virus monkeypox atau cacar monyet ini dimulai dari demam, sakit kepala dan nyeri otot. Virus cacar monyet ini juga bisa menyebabkan ruam yang menyebar ke seluruh tubuh.

Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)
Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)

Kasus infeksi virus cacar monyet ini pun baru terdeteksi 6 kali di wilayah luar Afrika. Wabah cacar monyet terakhir di AS terjadi pada tahun 2003, yang mana 47 kasus berkaitan dengan pengiriman anjing dari Ghana.

Selama wabah cacar monyet itu, semua orang yang diobati dengan vaksin cacar tidak meninggal dunia. Sejak itulah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat hanya ada 1 kasus cacar monyet di AS.

Dalam insiden itu, pasien dari Dallas, Texas, juga baru-baru ini pindah ke Nigeria. Sebuah laporan oleh Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pasien melakukan perjalanan dari AS ke Negara Bagian Lagos, Nigeria pada 25 Juni dan juga tinggal di Ibadan, Negara Bagian Oyo.

"Awalnya, dia mengalami demam, muntah dan batuk ringan. Beberapa hari berikutnya, ia mengalami ruam genital," kata WHO.

Baca Juga: Kasus Kanker Paru-paru Tinggi Pada 2020, Kenali 5 Penyebabnya!

Beberapa hari berikutnya, pasien itu mengalami ruam wajah. Sehingga, pasien mendatangi rumah sakit dan segera dipindahkan ke ruangan isolasi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar