Lagi, Ahli Temukan Kasus Virus Monkeypox di Maryland!

Kamis, 18 November 2021 | 11:02 WIB
Lagi, Ahli Temukan Kasus Virus Monkeypox di Maryland!
Ilustrasi cacar monyet, monkeypox (Shutterstock)

Suara.com - Kasus infeksi virus monkeypox telah dikonfirmasi pada seorang penduduk di Maryland, yang baru-baru ini melakukan perjalanan kembali ke AS dari Nigeria.

Menurut Departemen Kesehatan Maryland, seorang pria yang dirahasiakan identitasnya tersebut sekarang ini hanya mengalami gejala ringan virus monkeypox.

Saat ini, pria itu masih dalam masa pemulihan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah dan belum menjalani rawat inap di rumah sakit. Menurut pejabat kesehatan setempat, sekarang ini belum ada tindakan pencegahan khusus virus monkeypox.

"Otoritas kesehatan masyarakat telah mengidentifikasi dan terus menindaklanjuti orang yang mungkin sudah kontak dengan pasien yang terdiagnosis virus monkeypox tersebut," jelas Departemen Kesehatan Maryland dikutip dari The Sun.

Adapun gejala virus monkeypox atau cacar monyet ini dimulai dari demam, sakit kepala dan nyeri otot. Virus cacar monyet ini juga bisa menyebabkan ruam yang menyebar ke seluruh tubuh.

Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)
Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)

Kasus infeksi virus cacar monyet ini pun baru terdeteksi 6 kali di wilayah luar Afrika. Wabah cacar monyet terakhir di AS terjadi pada tahun 2003, yang mana 47 kasus berkaitan dengan pengiriman anjing dari Ghana.

Selama wabah cacar monyet itu, semua orang yang diobati dengan vaksin cacar tidak meninggal dunia. Sejak itulah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat hanya ada 1 kasus cacar monyet di AS.

Dalam insiden itu, pasien dari Dallas, Texas, juga baru-baru ini pindah ke Nigeria. Sebuah laporan oleh Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pasien melakukan perjalanan dari AS ke Negara Bagian Lagos, Nigeria pada 25 Juni dan juga tinggal di Ibadan, Negara Bagian Oyo.

"Awalnya, dia mengalami demam, muntah dan batuk ringan. Beberapa hari berikutnya, ia mengalami ruam genital," kata WHO.

Baca Juga: Studi: Vaksin Sinovac Aman Untuk Anak 3 Hingga 17 Tahun

Beberapa hari berikutnya, pasien itu mengalami ruam wajah. Sehingga, pasien mendatangi rumah sakit dan segera dipindahkan ke ruangan isolasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI