Jadi Rujukan Pasien Kanker, Ini 3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Ditangani RS Dharmais

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 03 Desember 2021 | 10:35 WIB
Jadi Rujukan Pasien Kanker, Ini 3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Ditangani RS Dharmais
Ilustrasi: RS Dharmais, Jakarta, Senin (15/5).

Suara.com - Rumah Sakit Dharmais Jakarta telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai fasilitas kesehatan pusat pengobatan kanker se-Indonesia sejak 2017. Tak heran, banyak pasien kanker dari seluruh daerah menjalani pengobatan rujukan di rumah sakit tersebut.

Presiden Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. R. Soeko Werdi Nindito D., MARS mengatakan, ada tiga jenis kanker yang paling banyak ditangani di sana.

Tiga jenis kanker tersebut adalah kanker payudara, kanker serviks dan kanker darah atau leukimia.

"Kanker payudara, serviks, dan leukemia pada anak itu adalah jenis kanker yang terbesar datang ke Rumah Sakit Kanker Dharmais. Juga tentunya ada jenis kanker yang lain dengan jumlah pasien lebih kecil," kata dokter Soeko dalam konferensi pers virtual bersama Roche Indonesia, Kamis (2/12/2021).

Dokter Soeko menambahkan bahwa ketiga jenis kanker tersebut memang menjadi yang paling banyak ditemukan di Indonesia.

Data Globocan 2018 tercatat bahwa jumlah kasus kanker payudara di Indonesia ada sekutar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Sedangkan kanker serviks atau kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Akan tetapi, masalah yang terjadi di Indonesia sebenarnya bukan hanya terkait dengan jenis kanker. Tetapi, keterlambatan pasien mendeteksi penyakit tersebut.

"Pasien yang datang ke Dharmais banyak yang sudah stadium 3 dan 4, artinya sudah menyebar kankernya. Sehingga akan lebih sulit untuk diobati," ujarnya.

baca juga

Padahal, ia menyampaikan bahwa harapan hidup pasien kanker sangat besar apabila deteksi dini dilakukan lebih cepat. Sehingga bisa menjalani pengobatan saat masih stadium 1 atau bahkan stadium 0.

Menurut Soeko, banyak rumah sakit di daerah sebenarnya telah mempunyai layanan pengobatan untuk pasien kanker. Namun, persoalannya, sarana dan prasarana pendukung memang tidak selengkap dengan rumah sakit di kota besar. Sehingga kualitas pengobatan berbeda.

"Ini menjadi persoalan penting, sehingga harus ada standar pengobatan kanker dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Sesuai dengan instruksi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, lanjutnya, pelayanan kanker dengan kualitas baik tidak boleh hanya ada di kota-kota besar saja. Tapi harus menjangkau sampai ke daerah.

"Untuk itu perlu dibuat penguatan pelayanan kanker secara komprehensif. Artinya, apabila ada pasien di daerah kemudian menderita kanker, tidak harus dirujuk ke Jakarta. Tapi justru dikuatkan ilmunya di daerah, sehingga pada saat merujuk bisa didapatkan sistem rujukan yang baik," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Sebut Indonesia Masih Kekurangan Nakes yang Merawat Pasien Kanker

Kemenkes Sebut Indonesia Masih Kekurangan Nakes yang Merawat Pasien Kanker

Health | Kamis, 02 Desember 2021 | 14:09 WIB

Pakai Ubur-Ubur, Mahasiswa UGM Buat Inovasi Hambat Kanker Payudara

Pakai Ubur-Ubur, Mahasiswa UGM Buat Inovasi Hambat Kanker Payudara

Jogja | Rabu, 01 Desember 2021 | 17:34 WIB

Bisa Jadi Gejala Kanker Darah, Perhatikan Perubahan Warna pada Kulit!

Bisa Jadi Gejala Kanker Darah, Perhatikan Perubahan Warna pada Kulit!

Health | Selasa, 30 November 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:49 WIB

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:47 WIB

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:41 WIB

WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:40 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:40 WIB

Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo

Teka-teki Reshuffle Kabinet, AHY Akui Demokrat Belum 'Disenggol' Prabowo

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:38 WIB

Purbaya soal Rumor Jadi Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo: Saya Mah Isu Abadi

Purbaya soal Rumor Jadi Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo: Saya Mah Isu Abadi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:37 WIB

Investor Ritel Kini Punya Akses Beli IPO Obligasi Korporasi Secara Digital

Investor Ritel Kini Punya Akses Beli IPO Obligasi Korporasi Secara Digital

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:36 WIB

4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap

4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:36 WIB

Ekspor Mobil Utuh Toyota Tumbuh 10,7 Persen di Semester I 2026

Ekspor Mobil Utuh Toyota Tumbuh 10,7 Persen di Semester I 2026

Otomotif | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:35 WIB

×