Hati-Hati, Perubahan pada Kulit Bisa Jadi Tanda Kanker Payudara

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 07 Januari 2022 | 09:08 WIB
Hati-Hati, Perubahan pada Kulit Bisa Jadi Tanda Kanker Payudara
Ilustrasi dada lelaki, kanker payudara (Shutterstock)

Suara.com - Kanker payudara salah satu jenis kanker yang rentan menyerang wanita, tetapi juga bisa terjadi pada laki-laki.

Beberapa gejala utama kanker payudara, termasuk benjolan pada payudara atau ketiak. Tapi, sekarang para ahli telah mengungkapkan gejala kanker payudara yang muncul di kulit.

Dokter dari India di New England Journal of Medicine (NEJM), menceritakan kasus kanker payudara pada seorang pria usia 65 tahun yang datang ke klinik dermatologi di Jhajjar.

Pria itu mengalami penebalan kulit di sisi kiri dadanya dan lengan kirinya. Ia mengatakan perubaha pada kulitnya itu terjadi selama 7 bulan terakhir, tetapi tidak membuatnya merasa kesakitan.

Petugas medis lantas memeriksa kondisinya dan menemukan bahwa kulit di sisi kiri dada dan puting kirinya skletorik. Kondisi ini terjadi ketika jaringan kulit mengeras dan mengencang.

Ilustrasi kanker payudara, dada laki-laki (shutterstock)
Ilustrasi kanker payudara, dada laki-laki (shutterstock)

Petugas medis juga menemukan beberapa nodul eritematosa di lengan kiri dan limfedema di lengan kiri dan limfadenopati aksila kiri.

Nodul eritematosa adalah kondisi peradangan yang bisa menjadi tanda kanker. Sedangkan, limfedema adalah penumpukan cairan di jaringan tubuh lunak ketika sistem getah bening rusak atau tersumbat.

Limfadenopati aksila mengacu pada perubahan kelenjar getah bening di ketiak. Para ahli mengambil biopsi kulit yang menunjukkan karsinoma metastatik yang sangat sugestif dari kanker payudara primer.

Kanker payudara primer adalah kanker payudara yang belum menyebar di luar payudara atau kelenjar getah bening (kelenjar) di bawah lengan.

"Kanker payudara dimulai ketika sel-sel di payudara mulai membelah dan tumbuh secara tidak normal. Kanker payudara bukan satu penyakit tunggal dan ada beberapa jenis," jelas para ahli dikutip dari The Sun.

Petugas medis mengaitkan masalah kulit dengan karsinoma en cuirasse, suatu bentuk langka dari metastasis kanker payudara kulit yang menghasilkan fibrosis luas pada kulit dan jaringan subkutan dari dinding dada.

Para ahli menjelaskan istilah itu berasal dari kemiripan kondisinya dengan pelindung dada baju besi.

Dalam kasus ini, pasien dirujuk ke klinik onkologi dan menjalani kemoterapi pallatif. Carcinoma en cuirasse (CeC), juga dikenal sebagai karsinoma scirrhous.

Kondisi ini adalah bentuk langka dari metastasis kulit kanker payudara. Karena kasusnya yang langka, data mengenai jenis kanker ini terbatas.

Karena itulah, kondisi ini sulit untuk didiagnosis karena sering disalahartikan sebagai kondisi kulit lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Makan Kedelai, Perempuan Asia Lebih Jarang Kena Kanker Payudara

Sering Makan Kedelai, Perempuan Asia Lebih Jarang Kena Kanker Payudara

Health | Kamis, 06 Januari 2022 | 07:50 WIB

Peneliti FKUI Temukan Manfaat Biji Kedelai untuk Cegah Kanker Payudara

Peneliti FKUI Temukan Manfaat Biji Kedelai untuk Cegah Kanker Payudara

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 20:54 WIB

Gen pada Indera Penciuman Ternyata Bisa Mendorong Metastasis Kanker Payudara

Gen pada Indera Penciuman Ternyata Bisa Mendorong Metastasis Kanker Payudara

Health | Selasa, 04 Januari 2022 | 15:50 WIB

Terkini

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB