facebook

Ngeri! Australia Prediksi Kematian Akibat Varian Omicron Bakal Meningkat Pekan Depan

M. Reza Sulaiman
Ngeri! Australia Prediksi Kematian Akibat Varian Omicron Bakal Meningkat Pekan Depan
Ilustrasi mayat, jenazah, kematian Covid-19. [Envato]

Australia tengah mempersiapkan adanya kemungkinan terburuk dari peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron yang terjadi dalam beberapa pekan ke belakang.

Suara.com - Australia tengah mempersiapkan adanya kemungkinan terburuk dari peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron yang terjadi dalam beberapa pekan ke belakang.

Salah satunya, angka kematian yang diprediksi meningkat, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dengan penyakit kronis.

"Kita telah melihat dan akan terus melihat kematian, terutama di kalangan lansia, terutama pada orang-orang dengan penyakit kronis," kata penasihat kesehatan pemerintah Paul Kelly kepada ABC.

Di tengah rekor kasus infeksi, semua rumah sakit pemerintah di negara bagian Victoria mulai Rabu tengah hari akan berstatus 'kode cokelat'.

Baca Juga: Kasus Penularan Lokal Naik, Satgas COVID-19 Soroti Protokol Kesehatan yang Mengendur

Ilustrasi covid-19. (Pexels)
Ilustrasi covid-19. (Pexels)

Status itu biasanya diberlakukan ketika terjadi bencana alam atau kematian massal.

Sejumlah laporan mengatakan para perawat telah meminta pemerintah untuk meminta bantuan angkatan darat.

Para perawat di negara bagian New South Wales (NSW) berunjuk rasa di salah satu rumah sakit terbesar di Sydney untuk memprotes keterbatasan jumlah staf.

"Para perawat dan bidan lelah, marah dan frustrasi, dan merasa bahwa pemerintah NSW tidak membantu mereka sama sekali," kata serikat perawat Shaye Candish.

Meskipun Kelly mengakui adanya "tantangan dengan staf perawat", dia mengatakan kapasitas rumah sakit di negara itu sedang mengatasi jumlah pasien yang meningkat.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Varian Omicron Terus Naik, Satgas COVID-19 Bakal Bikin Lagi Aturan Baru?

Terlepas dari peningkatan kasus rawat inap, pemerintah berupaya membenarkan keputusan mereka agar masyarakat bisa "hidup bersama virus" saat tingkat vaksinasi yang lebih tinggi tercapai.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar