Membersihkan Vagina Tidak Boleh Sembarangan, Terlebih Jika Melakukan Douche!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 11 Februari 2022 | 15:21 WIB
Membersihkan Vagina Tidak Boleh Sembarangan, Terlebih Jika Melakukan Douche!
Ilustrasi menjaga vagina. (Unsplash/Ava Sol)

Suara.com - Pakar kesehatan mengatakan bahwa sebenarnya kita tidak perlu membersihkan vagina karena area tersebut akan membersihkan 'dirinya sendiri' secara alami.

Bahkan, seorang ginekolog mengatakan bahwa mandi dua kali sehari dapat memengaruhi bakteri alami vagina.

"Terlalu higienis, seperti mandi dua kali sehari, benar-benar dapat menganggu bakteri alami di seluruh tubuh, terutama di vulva dan vagina," jelas ginekolog di Canesten, Anne Henderson, dilansir The Sun.

Ia melanjutkan, "Menjadi terlalu higienis tidak baik. Mandi mungkin lebih higienis daripada berendam karena tidak ada risiko air sabun masuk ke dalam vagina yang dapat menyebabkan iritasi."

Selain itu, penggunaan sabun beraroma juga dapat mengganggu pH vagina. Jadi, cara terbaik membersihkan area kewanitaan adalah menggunakan air atau pembersih kewanitaan yang lembut.

Ilustrasi menjaga vagina (Unsplash/Timothy Meinberg)
Ilustrasi menjaga vagina (Unsplash/Timothy Meinberg)

Sementara pakar kesehatan organ intim Stephanie Taylor mengatakan hanya perlu menggunakan air hangat untuk membersihkan bagian luar vagina.

"Menggunakan apa pun untuk membersihkan vulva dapat menganggu keseimbangan bakteri alami dan menyebabkan vaginosis bakteri atau sistitis." jelas Taylor.

Jangan pernah melakukan douche atau membersihkan vagina dengan memasukkan sabun dan air ke dalamnya. Sebab, cara ini akan meningkatkan risiko infeksi menular seksual, kanker ovarium, hingga infeksi.

Kebanyakan pembersih untuk douche terbuat dari campuran air, cuka, soda kue, yodium, atau bahan kimia lainnya. Bahan-bahan sangat berbahaya bagi vagina.

"Ketika peneliti lebih khawatir tentang cairan vagina yang menganggu keseimbangan bakteri atau menganggu tingkat pH, mereka tidak berfokus pada toksisitas bahan kimia yang menganggu endokrin," jelas seorang peneliti Ning Ding.

Taylor kembali menegaskan bahwa membersihkan vagina bagian luar hanya memerlukan air hangat, waslap, atau sabun kewanitaan lembut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vagina Sering Nyeri Usai Berhubungan Seks, Bisa Jadi Ini Penyababnya

Vagina Sering Nyeri Usai Berhubungan Seks, Bisa Jadi Ini Penyababnya

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 20:55 WIB

Sempat Dikira Tak Subur, Ternyata Ada Batu Vagina Berkembang di Organ Intim Perempuan Ini

Sempat Dikira Tak Subur, Ternyata Ada Batu Vagina Berkembang di Organ Intim Perempuan Ini

Health | Jum'at, 04 Februari 2022 | 18:50 WIB

Dari Kering Hingga Keputihan, Ini 7 Tanda Vagina Tidak Sehat

Dari Kering Hingga Keputihan, Ini 7 Tanda Vagina Tidak Sehat

Health | Jum'at, 04 Februari 2022 | 18:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB