5 Penyebab Perut Buncit yang Perlu Anda Tahu, Jam Tidur Berantakan Juga Berpengaruh

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Jum'at, 11 Maret 2022 | 11:58 WIB
5 Penyebab Perut Buncit yang Perlu Anda Tahu, Jam Tidur Berantakan Juga Berpengaruh
Ilustrasi perut buncit. (Pixabay)

Suara.com - Tampil percaya diri dengan bentuk badan yang ideal mungkin jadi impian sangat banyak orang. Namun faktanya, tak sedikit juga orang yang mengalami kondisi perut buncit. Penyebab perut buncit sendiri sebenarnya beragam, dari alasan kesehatan hingga pola hidup yang kurang baik.

Nah, untuk menghindari terjadinya perut buncit, maka rasanya penting untuk Anda semua memahami kira-kira apa saja penyebab perut buncit ini. Simak selengkapnya dalam poin singkat berikut ini.

1. Secara Alami, Karena Hormon Seks

Tubuh manusia, baik pria maupun wanita, memiliki tempat penyimpanan lemak alami yang berbeda. Tubuh wanita akan cenderung menyimpan lemak di bagian pinggul, pantat, atau paha. Hal ini dipengaruhi oleh hormon estrogen yang ada pada tubuh wanita.

Pada pria, seperti yang mungkin sudah Anda tebak, penumpukan lemak akan terjadi di bagian perut. Hal ini merupakan pengaruh dari kerja hormon testosteron, sehingga pria cenderung lebih mudah terlihat buncit daripada wanita.

2. Stres yang Tidak Dikelola

Penyebab perut buncit selanjutnya adalah stres. Tapi bagaimana bisa?

Hal ini dipicu oleh kadar hormon kortisol yang meningkat, sedangkan hormon ini adalah hormon yang berperan dalam meningkatkan nafsu makan.

Sudah dapat dibayangkan arah paragraf ini bukan? Dorongan untuk mengkonsumsi makanan manis, berkalori tinggi, serta kandungan lemak yang tinggi dapat memicu penumpukan lemak di bagian perut. Hormon kortisol yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan jumlah lemak pada tubuh.

Perut yang buncit kerap kali menjadi masalah bagi banyak orang.
Perut yang buncit kerap kali menjadi masalah bagi banyak orang.

3. Kurang Berolahraga

Jelas jadi salah satu penyebab perut buncit selanjutnya adalah kurangnya kadar olahraga yang dilakukan secara rutin. Sebenarnya ketika terjadi penumpukan lemak namun olahraga yang dilakukan cukup intens, maka lemak ini bisa segera dibakar dan justru membantu Anda mendapatkan tubuh ideal.

Namun ketika olahraga yang dilakukan jarang, maka penumpukan lemak akan terus terjadi tanpa ada pembakaran optimal. Akibatnya, bagian perut akan semakin besar dan penampilan jadi kurang baik secara visual.

4. Jam Tidur yang Berantakan

Tak sedikit orang di perkotaan yang memiliki jam tidur kacau. Hal ini, secara langsung dapat meningkatkan resiko perut buncit pada tubuh manusia.

Secara klinis, kurang tidur dapat memicu hormon ghrelin dan menurunkan hormon leptin. Ketika ini terjadi, maka tubuh secara alami akan merasa lebih mudah lapar dan terus menerus ingin makan sesuatu. Kombinasi yang sempurna dengan tiga poin sebelumnya bukan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpapar Konten Perang Rusia-Ukraina Terus-terusan Berdampak Buruk pada Psikologis, Kok Bisa?

Terpapar Konten Perang Rusia-Ukraina Terus-terusan Berdampak Buruk pada Psikologis, Kok Bisa?

Health | Jum'at, 11 Maret 2022 | 08:40 WIB

Stres karena Overthinking? Lakukan 11 Cara Berikut untuk Mengatasinya

Stres karena Overthinking? Lakukan 11 Cara Berikut untuk Mengatasinya

Your Say | Kamis, 10 Maret 2022 | 20:36 WIB

Wanita Butuh Tidur Malam Lebih Lama daripada Pria, Ini Sebabnya!

Wanita Butuh Tidur Malam Lebih Lama daripada Pria, Ini Sebabnya!

Health | Kamis, 10 Maret 2022 | 18:01 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB