Gabungan Dua Varian Sekaligus, Pencegahan Deltacron Berbeda?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 14 Maret 2022 | 13:56 WIB
Gabungan Dua Varian Sekaligus,  Pencegahan Deltacron Berbeda?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Covid-19 varian Deltacron menyita perhatian para ilmuwan dunia lantaran melibatkan dua mutasi virus sekaligus. Deltacron disebut menjadi 'produk' rekombinasi virus karena terdapat genetik varian Delta dan Omicron sekaligus dalam satu varian. 

Dikutip dari Times of India, rekombinasi virus terjadi ketika setidaknya dua genom virus menginfeksi sel inang yang sama dan bertukar materi genetik selama replikasi untuk menghasilkan keturunan virus yang memiliki beberapa gen dari kedua galur induk. 

Peristiwa itu sebenarnya memang bisa saja terjadi pada virus corona karena cara genom RNA mereka diduplikasi. Tetapi, para ahli dan ahli epidemiologi mengklaim bahwa contoh rekombinasi virus sangat jarang karena tidak ada bukti klinis untuk membuktikan keberadaan yang sama. 

Meski demikian, keberadaan Deltacron dinilai terlalu dini untuk dianggap mengkhawatirkan. Kepala teknis Covid-19 dari WHO Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa kemunculan Deltacron tidak dianggap aneh, mengingat Delta dan Omicron memang mendominasi daripada varian lain virus corona.

Sejauh ini, temuan kasus Deltacron jumlahnya masih sangat rendah, menurut ahli epidemiologi penyakit menular. 

"Kami belum melihat perubahan dalam tingkat keparahannya. Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung," kata Maria.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Oleh sebab itu, cara pencegahan Covid-19 Deltacron juga masih dianggap sama dengan varian terdahulu. Seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, jauhi kerumunan masih relevan dilakukan untuk mencegah infeksi Covid-19, termasuk Deltacron. 

Tindakan itu juga berguna untuk membatasi peluang virus untuk berevolusi dan bermutasi lebih jauh. Tak kalah penting juga mendapatkan suntikan vaksin. Karena setidaknya dapat mencegah gejala infeksi yang parah. 

Para ilmuwan memastikan bahwa virus corona SARS Cov-2 pasti berevolusi dari waktu ke waktu. Itu sebabnya varian baru pasti akan muncul.

Dibandingkan dengan varian sebelumnya, Delta telah terbukti menimbulkan gejala yang lebih parah. Sementara Omicron gejalanya lebih ringan, tetapi lebih cepat menular. 

"Kami melihat adanya rekombinan karena itulah yang dilakukan virus, mereka berubah seiring waktu. Kami melihat tingkat sirkulasi yang sangat intens. Kami melihat virus ini menginfeksi hewan, dengan kemungkinan menginfeksi manusia lagi. Jadi sekali lagi, pandemi ini masih jauh dari selesai," ujar Maria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Gejala Deltacron, Apakah Sama Seperti Gejala Omicron?

Daftar Gejala Deltacron, Apakah Sama Seperti Gejala Omicron?

Jabar | Senin, 14 Maret 2022 | 13:38 WIB

Heboh Varian Deltacron, Sudah Terdeteksi di Indonesia?

Heboh Varian Deltacron, Sudah Terdeteksi di Indonesia?

Health | Senin, 14 Maret 2022 | 12:10 WIB

Asal Usul Varian Deltacron, Benarkah Akibat Kesalahan Laboratorium?

Asal Usul Varian Deltacron, Benarkah Akibat Kesalahan Laboratorium?

Health | Senin, 14 Maret 2022 | 11:50 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB