Obat Malaria Hydroxychloroquine Membantu Mengobati Kanker Kepala dan Leher yang Resisten Kemoterapi

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 17 Maret 2022 | 20:45 WIB
Obat Malaria Hydroxychloroquine Membantu Mengobati Kanker Kepala dan Leher yang Resisten Kemoterapi
Ilustrasi pemeriksaan tumor otak. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan obat malaria hydroxychloroquine dapat menghambat jalur yang menyebabkan resistensi obat kemoterapi cisplatin pada kanker kepala dan leher.

Hal itu dapat mengembalikan efek pembunuh tumor dari cisplatin pada model hewan, lapor Times of India.

Temuan ini dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences oleh University of Pittsburgh dan ilmuwan UPMC.

Peneliti menilai temuan mereka dapat membuka jalan uji klinis gabungan cisplatin dan hydroxychloroquine untuk mengobati kanker kepala dan leher yang resistan terhadap kemoterapi.

"Ketika merawat pasien dengan kanker kepala dan leher, saya sering melihat kemoterapi gagal. Cisplatin adalah obat kemoterapi yang sangat penting, tetapi resistensi terhadapnya adalah masalah besar," jelas rekan penulis Umamaheswar Duvvuri.

Ilustrasi obat-obatan (Unsplash/Roberto Sorin)
Ilustrasi obat-obatan (Unsplash/Roberto Sorin)

Penelitian sebelumnya menemukan protein yang disebut TMEM16A berkaitan dengan resistensi cisplatin pada pasien tumor kepala dan leher.

Ekspresi berlebih dari protein ini, yang terjadi pada sekitar 30% kanker kepala dan leher, juga dikaitkan dengan penurunan kelangsungan hidup.

Sementara studi ini melihat TMEM16A 'mengusir' cisplatin dari lisosom. Dalam sel yang sehat, lisosom bertindak seperti sistem daur ulang dan pembuangan limbah, memecah molekul untuk digunakan kembali dan mengeluarkan detritus seluler.

Pada tumor yang mengekspres TMEM16A secara berlebihan, protein ini mendorong jalur pensinyalan baru sehingga meningkatkan produksi lisosom, yang menyerap dan mengeluarkan cisplatin dari sel.

"Langkah selanjutnya adalah menguji apakah mengganggu proses tersebut dengan hydroxychloroquine dapat memiliki potensi yang baik," tambah rekan penulis senior Kirill Kiselyov.

Tim menanamkan sel kanker manusia ke membran yang mengelilingi embrio dalam telur alam yang telah dibuahi.

Mereka menemukan telur yang diobati dengan hydroxychloroquine dan cisplatin memiliki kematian sel tumor yang lebih besar daripada yang diobati dengan cisplatin saja.

Demikian pula pada tikus dengan tumor yang berasal dari sel kanker resisten cisplatin, kombinasi hydroxychloroquine dan cisplatin memperlambat pertumbuhan tumor.

"Eksperimen ini menunjukkan bahwa hydroxychloroquine memiliki efek sinergis dengan cisplatin," lanjut Duvvuri.

Para peneliti sekarang sedang merancang uji klinis fase II untuk mengobati pasien kanker kepala dan leher dengan kombinasi hidroksiklorokuin dan cisplatin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kanker Kepala dan Leher, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Kanker Kepala dan Leher, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Bekaci | Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:33 WIB

Bisa Ganggu Banyak Fungsi Indera Tubuh, Waspadai Gejala Kanker Kepala Leher

Bisa Ganggu Banyak Fungsi Indera Tubuh, Waspadai Gejala Kanker Kepala Leher

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 18:30 WIB

Ini Mengapa Kanker Kepala Leher Tak Sepopuler Kanker Lain

Ini Mengapa Kanker Kepala Leher Tak Sepopuler Kanker Lain

Health | Kamis, 10 Agustus 2017 | 16:12 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB