Puasa Tanpa Makan dan Minum, Kok Gula Darah Pasien Diabetes Malah Naik? Dokter: Karena Resistensi Insulin

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Puasa Tanpa Makan dan Minum, Kok Gula Darah Pasien Diabetes Malah Naik? Dokter: Karena Resistensi Insulin
Ilustrasi diabetes. (Pexels/NataliyaVaitkevich)

Puasa bisa memberikan efek samping berbahaya bagi pasien diabetes, jika dijalani tanpa persiapan. Salah satunya adalah risiko gula darah meningkat.

Suara.com - Pasien diabetes selalu dianjurkan berkonsultasi ke dokter sebelum memutuskan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebab, puasa bisa memberikan efek samping berbahaya jika dijalani tanpa persiapan.

Salah satunya adalah kenaikan glukosa, yang terjadi ketika pasien diabetes puasa. Tidak makan dan minum, kok gula darah malah naik?

"Pada pasien diabetes itu terjadi resistensi insulin. Hormon insulinnya ada, tapi kerjanya kurang," jelas dokter spesialis penyakit dalam dr. Prasetyo Widhi, Sp.PD, dalam webinar kesehatan bersama alumni PB HMI, Jumat (15/4/2022).

Hormon insulin yang dihasilkan pankreas berperan penting dalam mengontrol kadar gula darah. Namun, produksi insulin pada pasien diabetes telah berkurang.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Turunkan Gula Darah Ala Cut Memey: Cegah Diabetes dan Sakit Kronis!

Ilustrasi kadar gula darah rendah. (Pexels)
Ilustrasi kadar gula darah rendah. (Pexels)

"Sehingga akhirnya terjadi peningkatan glikogenesis, sehingga gula darah cenderung naik," ujarnya.

Tidak hanya gula darah yang meningkat, pasien diabetes juga berisiko mengalami gula darah rendah alias hipoglikemia.

"Risiko puasa bagi penderita DM, kadar gula darah terlalu rendah sehingga menimbulkan gejala hipoglikemia sampai dengan penurunan kesadaran. Kedua, peningkatan glukosa darah," jelasnya lagi.

Pasien diabetes bisa alami hipoglikemi saat sedang berpuasa karena tidak ada asupan makanan yang masuk ke tubuh selama belasan jam. Sementara di waktu berbuka puasa atau sahur, berpotensi kelebihan kadar gula darah apabila makan terlalu banyak.

Dokter Prasetyo mengingatkan bahwa pasien diabetes harus memahami tingkatan risiko penyakitnya sebelum memutuskan untuk berpuasa. Puasa Ramadhan sebaiknya hanya dilakukan oleh pasien dengan risiko rendah dan sedang.

Baca Juga: Hilang 25 Tahun gegara Takut Disunat, Pria ini Tak Alami ODGJ

Dibandingkan dengan orang normal, dokter Prasetyo menyampaikan bahwa pasien diabetes tujuh kali lebih berisiko alami hiperglikemi dan lima kali berpotensi alami hipoglikemi saat berpuasa.