facebook

Orang dengan Penyakit Jantung Berisiko Alami Gangguan Ereksi, Apa Penyebabnya?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Orang dengan Penyakit Jantung Berisiko Alami Gangguan Ereksi, Apa Penyebabnya?
ilustrasi gangguan ereksi. (Shutterstock)

Risiko gangguan ereksi yang dialami lelaki kerap dikaitkan dengan penyakit jantung. Benarkah ada hubungannya?

Suara.com - Risiko gangguan ereksi yang dialami lelaki kerap dikaitkan dengan penyakit jantung. Benarkah ada hubungannya?

Jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh, dari ujung kaki hingga kepala. Oleh sebab itu, orang yang mengalami penyakit jantung, peredaran darahnya bisa terganggu.

Akibat kerja jantung menjadi lebih berat karena adanya penyakit, aliran darah lebih diutamakan ke organ yang dianggap paling penting, yakni otak dan organ pencernaan.

Itu sebabnya, laki-laki dengan penyakit jantung juga kerap kali ditemui memiliki gangguan ereksi.

Baca Juga: Catat! Rekomendasi Gaya Bercinta yang Aman Bagi Pasien Jantung dari Dokter

Ilustrasi lelaki alami disfungsi ereksi. [shutterstock]
Ilustrasi lelaki alami gangguan ereksi. [shutterstock]

"Pasien dengan gagal jantung angkanya adalah 70-75 persen bisa mengalami disfungsi ereksi. Sebetulnya masuk akal karena kemampuan fungsi memompa darah menurun, sehingga aliran darah ke arah organ vital juga menurun," jelas dokter spesialis jantung dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP(K)., dalam webinar bersama Eka Hospital, Rabu (25/5/2022).

Penis yang kekurangan aliran darah bisa menghambat terjadinya ereksi. Oleh sebab itu, peredaran darah yang tidak lancar akibat adanya gangguan pada kerja jantung juga berujung pada proses ereksi.

Dokter Daniel menambahkan bahwa kedua gangguan organ itu saling timbal balik. Apabila orang dengan jantung yang sehat tapi sudah alami disfungsi ereksi karena sebab lain juga berisiko alami penyakit jantung dalam waktu 3-5 tahun.

"Ada penelitian berdasarkan pengamatan bahwa apabila pasien mengalami disfungsi ereksi ternyata juga di dalam perjalanannya mereka akan mengalami risiko lebih besar daripada orang yang tidak mengalami disfungsi ereksi dalam serangan jantung," tuturnya.

Menurut dokter Daniel, hubungan seksual untuk pasien penyakit jantung sebenarnya seruoa dengan olahraga ringan seperti berjalan santai atau naik tangga sebanyak 2-3 lantai.

Baca Juga: Misteri Kematian Anggota Polisi di Tasikmalaya Terjawab, Ini Hasil Autopsinya

"Pasien aman lakukan hubungan seksual asalkan kondisi jantungnya sudah terkontrol," pesannya.

Komentar