facebook

Anak Jadi Korban Tragedi Penembakan di AS, UNICEF Desak Perlindungan di Sekolah Diperketat

M. Reza Sulaiman
Anak Jadi Korban Tragedi Penembakan di AS, UNICEF Desak Perlindungan di Sekolah Diperketat
tragedi penembakan di texas (Freepik)

Tragedi penembakan di Amerika Serikat yang menewaskan anak-anak mendapat perhatian serius dari UNICEF.

Suara.com - Tragedi penembakan di Amerika Serikat yang menewaskan anak-anak mendapat perhatian serius dari Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Children's Fund/UNICEF).

Catherine Russell, Direktur Eksekutif UNICEF meminta pemerintah AS untuk bertindak serius untuk melindungi anak terutama di sekolah.

"Tragedi demi tragedi, penembakan demi penembakan, nyawa demi nyawa generasi muda, berapa banyak lagi anak-anak yang akan tewas sebelum para pemimpin pemerintah bertindak untuk menjaga keamanan anak-anak dan sekolah mereka?" terangnya, dikutip dari ANTARA.

Catherine mengatakan jika pemerintah AS tidak bertindak tegas, kengerian akan terus berlanjut dan mengancam nyawa anak-anak.

Baca Juga: Presiden Joe Biden Akan Kunjungi Keluarga Korban Penembakan Salvador Ramos di Texas

Dia mengatakan anak-anak yang diserang dan dibunuh di Uvalde, Texas, pada Selasa (24/5) sedang bersekolah, satu-satunya tempat di luar rumah mereka di mana mereka seharusnya merasa paling aman.

Ke-19 anak itu, seorang guru dan seorang anggota staf sekolah yang berangkat ke sekolah di pagi hari tidak akan pernah pulang kembali ke keluarga mereka, kata Russell, seraya menambahkan bahwa semakin banyak yang menyaksikan pembantaian tersebut akan menanggung luka emosional dan psikologis selama sisa hidup mereka.

"Insiden penembakan tersebut terjadi di Texas. Di mana lagi insiden itu akan terjadi selanjutnya? Tahun ini, kita telah melihat serangan mengerikan di sekolah-sekolah di Afghanistan, Ukraina, Amerika Serikat, Afrika Barat dan lainnya," tegasnya.

Terdapat kritik terhadap undang-undang senjata AS yang dilindungi secara konstitusional, terutama yang mengizinkan penjualan senjata otomatis kepada kaum muda, yang berada di bawah usia 21 tahun.

Baca Juga: Profil Salvador Ramos, Pelajar SMA Pelaku Penembakan Brutal di Texas hingga Tewaskan 21 Orang

Komentar