Dokter AS Kembali Mempertimbangkan Penggunaan Obat Covid-19 Paxlovid, Mengapa?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 29 Mei 2022 | 22:19 WIB
Dokter AS Kembali Mempertimbangkan Penggunaan Obat Covid-19 Paxlovid, Mengapa?
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

Suara.com - Penggunaan antivirus Paxlovid untuk mengobati Covid-19 ringan hingga sedang melonjak minggu ini di Amerika Serikat. Namun, beberapa dokter mulai mempertimbangkan kembali penggunaanya bagi pasien berisiko rendah.

Pertimbangan tersebut menyusul pengumuman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahwa Paxlovid bisa memicu gejala Covid-19 kembali setelah pengobatan selesai.

Hal ini membuat pasien untuk karantina yang kedua kalinya.

"Banyak waktu karantina bukanlah hal menyenangkan bagi banyak orang. Untuk mereka yang benar-benar tidak berisiko, saya merekomendasikan agar tidak meminumnya," kata spesialis penyakit menular di Ochsner Health, New Orleans, Sandra Kemmerly.

Hal itu juga dilakukan oleh kepala kesehatan masyarakat dan epidemiologi untuk Northwell Health, Bruce Farber.

Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

"Saya menghindari memberikannya kepada orang yang berisiko sangat rendah (mengalami Covid-19 parah) dan tidak sakit parah, terutama mereka yang sudah divaksinasi dan booster," imbuh Farber, dikutip Global News.

Perusahaan pengembang Paxlovid, Pfizer, mengatakan sedang memantau data. Tetapi mereka percaya kembalinya virus coronajarang terjadi dan tidak terkait dengan obatnya.

"Kemi belum melihat adanya resistensi yang muncul hingga saat ini pada pasien yang diobati dengan Paxlovid," kata juru bicara Pfizer.

Otorisasi penggunaan Paxlovid harus ditujukan pada pasien yang beru terinfeksi Covid-19 dengan faktor risiko. Tetapi justru banyak orang yang menggunakannya tanpa syarat tersebut.

"Kami mendapat banyak permintaan (obat), mungkin seseorang yang sedang bepergian dan mereka ingin membelinya untuk berjaga-jaga," ungkap spesialis penyakit menular di UCLA Heath, Los Angeles, Tara Vijayan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits Kesehatan: Rahasia Tumbuhkan Rambut Botak, Obat Covid-19 Paxlovid Tidak Efektif?

Hits Kesehatan: Rahasia Tumbuhkan Rambut Botak, Obat Covid-19 Paxlovid Tidak Efektif?

Health | Jum'at, 27 Mei 2022 | 09:57 WIB

CDC Temukan Kasus Kembalinya Gejala Covid-19 Pada Pasien Sembuh Setelah Minum Paxlovid

CDC Temukan Kasus Kembalinya Gejala Covid-19 Pada Pasien Sembuh Setelah Minum Paxlovid

Health | Kamis, 26 Mei 2022 | 19:48 WIB

Peneliti Temukan Obat Antivirus Ampuh untuk Atasi Cacar Monyet

Peneliti Temukan Obat Antivirus Ampuh untuk Atasi Cacar Monyet

Health | Kamis, 26 Mei 2022 | 07:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB