Studi: Serangan Jantung Saat Berhubungan Seks Empat Kali Lebih Fatal Terhadap Laki-Laki

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 13 Juli 2022 | 18:01 WIB
Studi: Serangan Jantung Saat Berhubungan Seks Empat Kali Lebih Fatal Terhadap Laki-Laki
ilustrasi bercinta / berhubungan seks. (Shutterstock)

Suara.com - Mengalami serangan jantung saat berhubungan seksual sangat berbahaya. Penelitian baru menemukan bahwa pria empat kali lebih mungkin meninggal jika mereka mengalami serangan jantung saat berhubungan seks.

Kondisi itu akibat pasangan mereka cenderung menunda untuk meminta bantuan darurat karena malu atau kaget.

Padahal waktu sangat penting bagi orang yang mengalami serangan jantung. Peluang hidup orang yang alami serangan hantung bisa turun setiap menit apabila berlalu tanpa perawatan profesional. .

Menurut WebMD, penundaan perawatan antara gejala awal serangan jantung hingga tiba di rumah sakit sekitar dua jam. Penundaan yang lebih lama bisa berakibat lebih buruk, dalam beberapa kasus bahkan meningkatkan risiko kematian.

Berhubungan seks di mobil. (Dok: Elements Envanto)
Berhubungan seks di mobil. (Dok: Elements Envanto)

Tingkat kelangsungan hidup setelah serangan jantung sekitar 50 persen. Tetapi hanya sekitar satu dari delapan orang yang mengalami serangan jantung saat berhubungan seks kembali pulih.

Hasil studi mengungkapkan, orang yang mengalami serangan jantung saat berhubungan seks menunggu dua kali lebih lama untuk resusitasi dan menghabiskan rata-rata 8,4 menit tanpa bantuan apapun.

Meskipun tidak pasti mengapa penundaan itu dilakukan, para peneliti memperkirakan bahwa pasangan lebih mungkin untuk menunda meminta bantuan darurat ketika serangan jantung terjadi saat berhubungan seks.

"Pasangan terkejut, mereka tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Suaminya telanjang, mereka telanjang, mungkin mereka takut memanggil tetangga. Ada rasa malu yang besar,” kata peneliti Dr. Ardalan Sharifzadehgan.

Penelitin yang diterbitkan di jurnal European Society of Cardiology itu melihat data pada 3.028 individu yang menderita serangan jantung. Dari jumlah tersebut, 246 telah aktif secara fisik selama serangan jantung mereka dan 17 orang telah berhubungan seks.

baca juga

Menurut National Institutes of Health, serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terputus. Hal itu menyebabkan jantung mati secara perlahan. Apabila tidak mendapatkan pertolongan dengan cepat, kerusakan jantung bisa menjadi serius dan tidak dapat pulih.

Serangan jantjng tersebut bisa diakibatkan penyakit jantung koroner, di mana arteri koroner yang mengarah ke jantung tersumbat akibat plak. Namun, serangan jantung juga dapat terjadi tanpa adanya plak arteri, meskipun hal itu lebih jarang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Ancaman Silent Killer di Usia Muda: saat Penyakit Jantung Tak Lagi Mengenal Usia

Health | Selasa, 08 September 2026 | 17:20 WIB

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:51 WIB

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:35 WIB

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:08 WIB

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:05 WIB

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:00 WIB

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:00 WIB

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Sudah 2 Minggu Dirawat di Rumah Sakit

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:10 WIB

Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit

Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit

Entertainment | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:02 WIB

Terkini

BRImo Ramaikan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung

BRImo Ramaikan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 17:17 WIB

Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang

Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Belajar dari Pohon Clusia, Ilmuwan Ungkap Cara Tanaman Hemat Air Hadapi Kekeringan

Belajar dari Pohon Clusia, Ilmuwan Ungkap Cara Tanaman Hemat Air Hadapi Kekeringan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Katanya Lowongan Kerja Banyak, Kenapa Cari Kerja Tetap Susah?

Katanya Lowongan Kerja Banyak, Kenapa Cari Kerja Tetap Susah?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Waspada Timnas Indonesia! Winger 23 Tahun Singapura Ini Gemar Bikin Perbedaan dari Bangku Cadangan

Waspada Timnas Indonesia! Winger 23 Tahun Singapura Ini Gemar Bikin Perbedaan dari Bangku Cadangan

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 17:14 WIB

Galaxy A08 Rp2 Jutaan Bawa AI dan Update 6 Tahun, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Galaxy A08 Rp2 Jutaan Bawa AI dan Update 6 Tahun, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 17:13 WIB

Review Film The Love Hypothesis: Trik Pacaran Pura-Pura yang Bikin Baper

Review Film The Love Hypothesis: Trik Pacaran Pura-Pura yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:10 WIB

Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI

Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 17:02 WIB

Minta Tolong di Hadapan Profesor, Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar

Minta Tolong di Hadapan Profesor, Prabowo: Saya Paling Hormat Sama Pakar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:02 WIB

×