Ashton Kutcher Idap Penyakit Autoimun Langka, Kenali Gejalanya

Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:30 WIB
Ashton Kutcher Idap Penyakit Autoimun Langka, Kenali Gejalanya
Ashton Kutcher saat gala premiere film 'Jobs' di Regal Cinemas LA Live, Los Angeles, California, 13 Agustus 2013. [shutterstock]

Suara.com - Aktor Hollywood, Ashton Kutcher mengungkapkan dirinya sedang berjuang melawan penyakit autoimun serius yang mempengaruhi pendengaran, penglihatan dan kemampuan berjalannya selama lebih dari setahun.

"Dua tahun lalu, saya menderita penyakit autoimun vaskulitis yang aneh dan sangat langka ini," kata Ashton Kutcher dikutip dari CNN.

Penyakit autoimun vaskulitis ini cukup mempengaruhi penglihatannya, melumpuhkan pendengarannya, dan melumpuhkan semua keseimbangan tubuhnya. Bahkan, ia membutuhkan waktu untuk membangun semuanya kembali.

"Saya sampai tidak tahu bisa melihat lagi atau tidak, bisa mendengar lagi atau tidak dan bisa berjalan lagi atau tidak," katanya.

Vaskulitis yang diderita oleh Ashton Kutcher terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang vena, arteri, dan kapiler kecil.

Ashton Kutcher dan Demi Moore [Shutterstock]
Ashton Kutcher dan Demi Moore [Shutterstock]

Peradangan akibat kondisi ini mempersempit pembuluh darah dan membatasi aliran darah atau aliran darah sepenuhnya, yang mungkin menyebabkan kerusakan organ atau membuat aneurisma (tonjolan di dinding pembuluh darah).

Jika aneurisma pecah, ini bisa menyebabkan pendarahan internal yang bisa menyebabkan kematian.

Gejala Vaskulitis

Gejala vaskulitis pun tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan organ mana yang menjadi sasaran. Gejala vaskulitis bisa ringan hingga mengancam jiwa.

Baca Juga: Kaitan Komunitas Gay dan LGBT dan Penularan Virus Cacar Monyet

Gejala umumnya termasuk kehilangan nafsu makan, penurunan badan, kelelahan, ruam, nyeri, nyeri dan demam.

Faktor usia, etnis, riwayat keluarga dan gaya hidup seperti merokok dan penggunaan obat-obatan terlarang dapat berkontribusi pada risiko vaskulitis. Obat-obatan tertentu untuk tekanan darah tinggi, penyakit tiroid dan infeksi bisa meningkatkan risiko vaskulitis.

Vaskulitis dapat terjadi sendiri atau bersamaan dengan penyakit rematik lainnya, seperti rheumatoid arthritis, lupus atau scleroderma.

Infeksi hepatitis B atau C bisa menjadi pemicu vaskulitis, seperti halnya kanker darah leukemia dan limfoma.

Perawatan medis biasanya bertujuan untuk mengurangi peradangan. Pada kasus yang ringan, obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat membantu mengatasinya.

Pada kasus yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan steroid, antibodi monoklonal, dan imunomodulator atau obat imunosupresif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI