Tanya Dokter: Apa Itu Rahim Tipis dan Bagaimana Gejalanya, Dok?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 08 September 2022 | 08:04 WIB
Tanya Dokter: Apa Itu Rahim Tipis dan Bagaimana Gejalanya, Dok?
Ilustrasi rahim perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam medis ada istilah rahim tipis. Kondisi itu bisa jadi salah penyebab perempuan jadi sulit hamil. Dikatakan rahim tipis apabila lapisan endometrium atau lapisan dalam rahim kurang dari 6mm.

"Endometrium ini yang bisa mengalami penebalan juga penipisan mengikuti siklus haid," jelas dokter umum dr. Jeffry Kristiawan dikutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter. 

Sehingga, tebal atau tipisya lapisan endometrium sangat dipengaruhi oleh hormon, lanjut Jeffry. Saat mendekati waktu menstruasi, hormon estrogen dan progesteron akan naik. Kenaikan estrogen itu yang akan menyebabkan penebalan rahim.

Ilustrasi rahim perempuan. (Shutterstock)
Ilustrasi rahim perempuan. (Shutterstock)

Bila terjadi pembuahan sel sperma, maka dinding rahim yang telah menebal akan jadi tempat menempelnya janin. Sedangkan jika tidak terjadi pembuahan, perlahan kadar estrogen dan progesteron akan turun. Sehingga lapisan endometrium yang sudah menebal akan luruh menjadi darah menstruasi.

Akan lebih memahami pengertian rahim tipis, berikut penjelasan dokter Jeffry.

Apa itu rahim tipis, dok?

Sebenarnya tidak ada kesepakatan pasti tentang ukuran rahim tipis. Namun secara umum, disepakati bahwa jika lapisan endometrium kurang dari 6mm disebut sebagai rahim tipis. Normalnya endometrium bisa menebal kira-kira 8-13mm.

Apa saja gejala rahim tipis?

Beberapa gejala yang bisa muncul, pertama adalah siklus haid jadi tidak beraturan. Penebalan dinding rahim berkaitan dengan hormon. Ketika ada masalah pada hormon tersebut, otomatis penebalan rahim juga akan terganggu. Kalau tidak terjadi pembuahan, harusnya yang mengalami penebalan ini akan luruh menjadi menstruasi. Nah, ciri-cirinya kalau misalkan rahimnya tipis biasanya menstruasinya ini nggak teratur karena memang tidak ada yang luruh secara berkala.

Kedua, jika darah menstruasinya terlalu sedikit. Normalnya durasi menstruasi setiap wanita antara 2 sampai 7 hari. Di mana biasanya 2 sampai 3 hari pertama banyak darah yang keluar bahkan ada sampai bergumpal. Jika mungkin durasi haidnya hanya sehari atau paling lama dua hari, itu pun darahnya hanya sedikit, itu juga bisa kita pertanyakan kenapa bisa sedikit, apakah itu juga berlangsung setiap bulan, setiap menstruasi.

Ketiga, ketika sudah menikah ternyata ada kendala yaitu salah satunya susah mendapat keturunan. Padahal sudah cek semua, sel telur bagus, sperma dia bagus.

Apa dampaknya jika perempuan memiliki rahim tipis?

Apabila sudah menikah, perempuan dengan rahi  tipis biasanya mengeluhkan sulit memiliki anak. Kondisi itu alami terjadi karena lapisan endometrium itu menjadi tempat janin menepel. Kemudian, janin akan mendapatkan pembuluh darah, nutrisi, hingga terbentuk ari-ari dan lainnya.

Akibat rahim tipis, hasil pembuahan bisa jadi gagal menempel di rahim karena endometrium terlkau tipis. Kalau nempel pun biasanya si janin ini tidak dapat nutrisi yang optimal.

Apa penyebab rahim tipis?

Faktornya tentunya multi faktorial, tidak satu-satu yang saling mempengaruhi. Artinya kita bisa bisa saling tumpang tindih ya beberapa faktor tersebut.  

Pertama, masalah hormon, rendahnya hormon estrogen karena faktor genetik. Karena rendahnya hormon estrogen, padahal itu berperan dalam penebalan dinding rahim bagian endometrium. 

Mungkin juga lifestyle, pola hidup. Sehingga estrogen ini terlalu rendah, otomatis tidak bisa memberikan peranan yang bagus dalam penebalan rahim. Riwayat pembedahan seperti operasi caesar,  kuret, atau mungkin pernah keguguran atau pernah ada polip, itu juga bisa menyebabkan penipisan rahim.

Bagaimana cara tahu punya rahim tipis?

Sederhana yang bisa dilakukan tentu dengan pemeriksaan dokter melalui USG. Lebih baik lagi USG dengan melalui Trans vagina untuk yang sudah aktif berhubungan. USG ini akan melihat lebih jelas, gambar yang lebih jelas wastingnya.

Dimasukkan seperti tongkat kecil. Nanti dimasukkan ke dalam Miss V untuk melihat gambaran lebih jelas. Kalau USG perut bisa, cuman karena kadang-kadang dihalangi ketebalan lemak perut, otot perut dan lain sebagainya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Segera! Inilah Makanan yang Bisa Kecilkan Miom

Kenali Segera! Inilah Makanan yang Bisa Kecilkan Miom

| Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:39 WIB

Waduh! Ini Dia Faktor yang Dapat Meningkatkan Resiko Miom

Waduh! Ini Dia Faktor yang Dapat Meningkatkan Resiko Miom

| Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:32 WIB

Perempuan Ini Curhat Menstrual Cup yang Dipakai Tersangkut Dalam Rahim Hingga 7 Bulan, Sakit Saat Berhubungan Seks

Perempuan Ini Curhat Menstrual Cup yang Dipakai Tersangkut Dalam Rahim Hingga 7 Bulan, Sakit Saat Berhubungan Seks

Health | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 11:55 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB