Sejarah dan Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022

Ruth Meliana Dwi Indriani

Senin, 10 Oktober 2022 | 18:04 WIB
Sejarah dan Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022
Ilustrasi tentang Mental Health. (freepik.com)

Suara.com - Hari ini dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober. Berkaitan dengan hari peringatan tersebut, tentu menarik jika membahas terkait sejarahnya.

Berikut ini sejarah dan tema Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia

Pada tahun ini, Hari Kesehatan Mental Sedunia bertema 'Make mental health & well-being for all a global priority'. Dalam bahasa Indonesia, tema tersebut berarti 'Jadikan kesehatan mental & kesejahteraan untuk semua sebagai prioritas global'.

Sedangkan tema Hari Kesehatan Mental pada 2021 adalah ‘Mental Health in An Unequal World' atau ‘Kesehatan Mental adalah Sebuah Kesetaraan Dunia’. 

Sejarah Hari Kesehatan Mental Sedunia

World Federation for Mental Health atau yang disingkat WFMH merupakan pelopor diperingatinya Hari Kesehatan Mental. Organisasi non pemerintah ini didirikan pada 1948.

Pada 10 Oktober 1992, Wakil Sekretaris Jenderal WFMH Richard Hunter menjadi pemrakarsa perayaan pertama Hari Kesehatan Mental. Kemudian tema khusus dipilih setiap tahunnya sejak 1994.

Tujuan ditetapkannya Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah agar menciptakan kesadaran atas isu kesehatan mental di dunia. Harapannya, hari peringatan ini mampu menginspirasi dunia untuk menyoroti isu kesehatan mental.

baca juga

Perayaan ini juga merupakan peluang agar isu kesehatan mental menjadi kesadaran publik secara keseluruhan. 

Selain itu, perayaan Hari Kesehatan Mental Sedunia sebagai ruang bagi pekerja profesional di bidang perawatan kesehatan mental untuk berdiskusi terkait seluk beluk kesehatan mental. Tujuannya agar semakin signifikan dan progresifnya cara penanganan kesehatan mental dan menjangkau orang-orang di seluruh dunia.

Urgensi Kesadaran Kesehatan Mental Pasca Pandemi COVID-19

World Health Organization (WHO) tengah menetapkan tema tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, sebelum Pandemi Covid-19, sekitar satu dari 8 orang di dunia menderita gangguan jiwa. 

Pihaknya menyayangkan bahwa kurangnya dukungan infrastruktur maupun perekonomian yang memadai untuk menangani kesehatan mental. WHO mencatat setiap tahunnya lebih dari 700.000 orang melakukan bunuh diri akibat stres dan depresi.

WHO melihat adanya diskriminasi dan stigma yag berperan dalam penderitaan manusia. 

Selain itu, saat Pandemi COVID-19 ditetapkan sebagai situasi global, tekanan mental orang-orang pun semakin bertambah. Cara hidup yang berubah dengan konflik bersama virus pun menambah permasalahan mental.

Melansir dari laman resmi WHO, Pandemi COVID-19 benar-benar menciptakan krisis global terkait kesehatan mental. Pandemi ini menciptakan tekanan jangka pendek maupun jangka panjang.

Gangguan kecemasan dan depresi meningkat hingga 25 persen pada tahun pertama pandemi. Pada saat yang sama, layanan kesehatan mental sangat terganggu.

Akhirnya, muncul kesenjangan dalam perawatan kesehatan mental. Oleh karena itu, WHO ingin menjadikan isu kesehatan mental sebagai prioritas global sesuai tema tahun ini.

Catatan Redaksi:

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Anda juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Marshanda: Kami Juga Bisa Berfungsi

Rayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Marshanda: Kami Juga Bisa Berfungsi

Entertainment | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:52 WIB

20 Ucapan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Cocok untuk Caption Instagram dan WhatsApp

20 Ucapan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Cocok untuk Caption Instagram dan WhatsApp

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:29 WIB

10 Oktober Jadi Hari Mental Health Seluruh Dunia, Bagaimana Sejarahnya

10 Oktober Jadi Hari Mental Health Seluruh Dunia, Bagaimana Sejarahnya

Purwokerto | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:26 WIB

Marshanda Pamer Motif Batik Hasil Gelombang Pikirannya, Cantik Banget

Marshanda Pamer Motif Batik Hasil Gelombang Pikirannya, Cantik Banget

Selebtek | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:17 WIB

536 Masehi, Tahun Paling Seram untuk Manusia Hidup

536 Masehi, Tahun Paling Seram untuk Manusia Hidup

Soreang | Senin, 10 Oktober 2022 | 15:39 WIB

Bisa Dimulai dengan Reduksi Konsumsi Kafein, Begini Cara untuk Kurangi Risiko Terkena Stres dan Depresi

Bisa Dimulai dengan Reduksi Konsumsi Kafein, Begini Cara untuk Kurangi Risiko Terkena Stres dan Depresi

Jabar | Senin, 10 Oktober 2022 | 15:26 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×