Sakit Mental Bukan Karena Jauh dari Tuhan , 7 Tokoh Lintas Agama Kasih Edukasi Kesehatan Mental

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 11 Oktober 2022 | 10:50 WIB
Sakit Mental Bukan Karena Jauh dari Tuhan , 7 Tokoh Lintas Agama Kasih Edukasi Kesehatan Mental
Ilustrasi Seseorang Depresi (Pixabay/vdnhieu)

Suara.com - Masalah kesehatan mental di Indonesia tercatat masih cukup tinggi. Penelitian dari organisasi kesehatan mental Emotional Health for all Foundation (EHFA) menemukan bahwa tingkat bunuh diri di Indonesia yang sebenarnya mencapai 4 kali lipat dari angka yang dilaporkan.

Selain itu, jumlah percobaan bunuh diri setidaknya 7 kali lipat dari data yang ada. 

Di sisi lain, penanganan masalah mental dengan konsultasi ke psikolog atau psikiater juga masih rendah. Menurut Project Leader & Founder, EHFA dan President Indonesian Association for Suicide Prevention Dr. Sandersan Onie masih ada stigma di masyarakat kalau orang alami masalah mental sebenarnya kurang beribadah dan jauh dari Tuhan.

"Kami sering menemukan kejadian diskriminasi yang didasari pada keyakinan keliru tentang agama. Misalnya, orang dengan gangguan kesehatan mental dianggap karena kurang imannya. Itu sebabnya, meskipun bertahun-tahun dilakukan pendidikan tentang kesehatan mental, namun kemajuannya sangat lambat," kata Sandersan dalam webinar Hari Kesehatan Mental Dunia, Senin (10/10/2022).

Ilustrasi Depresi (pexels/Liza Summer)
Ilustrasi Depresi (pexels/Liza Summer)

Selain itu, keluarga juga merasa malu untuk mencari bantuan ke tenaga profesional untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan mental yang dihadapi.

Alih-alih datang ke psikolog, Sandersan melihat, masih banyak orang dengan gangguan kesehatan mental yang lebih memilih berbicara dengan pemuka agama

“Hal ini terlebih karena kita semua menyadari bahwa agama memainkan peran yang besar di Indonesia,” ujarnya.

Oleh sebab itu, EHFA menggandeng sejumlah tokoh agama untuk lakukan edukasi kesehatan mental kepada masyarauat. Melalui deklarasi pertemuan antar umat agama yang telah dilakukan pada 2-3 Juni 2022 di Lombok sebagai bagian dari acara G20. 

Deklarasi yang juga disebut sebagai “Lombok Declaration” itu bertujuan untuk menegaskan bahwa setiap orang di Indonesia, termasuk para psikolog, guru, keluarga, pelajar dapat mencari bantuan kesehatan mental tanpa harus didiskriminasi atau distigmatisasi. 

Terdapat tujuh perwakilan tokoh dari seluruh agama yang diakui di Indonesia, di antaranya KH Miftahul Huda (Majelis Ulama Indonesia), Rm. Y. Aristanto HS, MSF (Komisi Waligereja Indonesia), drg. I Nyoman Suarthanu. MAP KH Sarmidi Husna (Pengurus Besar Nadhlatul Ulama), drg. I Nyoman Suarthanu. MAP (Parisada Hindu Darma).

I Wayan Sianto (Perwakilan Walubi Indonesia), Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A (International Center for Religions and Peace), Pdt Jackelyn Manuputty (Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia) dan Pdt Ary Mardi Wibowo (Jakarta Praise Church Community).

Ketujuh tokoh agama tersebut mempersatukan pandangannya terhadap kesehatan mental dengan mentandatangani “Deklarasi Relio-Mental Health”.  

Berdasarkan isi deklarasi tersebut dinyatakan bahwa pemuka dari lima kelompok agama setuju bahwa masalah kesehatan mental bukanlah hal yang memalukan, serta mengedepankan pentingnya peran lingkungan dan keluarga dalam mendampingi orang dengan masalah kesehatan mental. 

Di saat yang sama, deklarasi itu juga mendorong lembaga keagamaan dan instansi pemerintah, seperti Kementerian, untuk berkolaborasi dalam meningkatkan pelayanan dan penanganan masalah kesehatan mental serta pencegahan bunuh diri. 

Deklarasi Relio-Mental Health Indonesia itu akan ditandatangani pada 29 Oktober 2022 di Mal Casablanka, Jakarta. Selain akan dihadiri langsung oleh ketujuh tokoh lintas agama tersebut, masyarakat juga bisa datang menyaksikan sekaligus lakukan skrining kesehatan mental secara gratis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Self Care: Tenangkan Dirimu Dulu, karena Kamu Berhak Bahagia!

Self Care: Tenangkan Dirimu Dulu, karena Kamu Berhak Bahagia!

Your Say | Selasa, 11 Oktober 2022 | 08:15 WIB

Kecemasan Sosial Termasuk Gangguan Kesehatan Mental Ringan, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

Kecemasan Sosial Termasuk Gangguan Kesehatan Mental Ringan, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

| Senin, 10 Oktober 2022 | 21:23 WIB

Menjaga Kesehatan Mental dengan Penggunaan Media Sosial Secukupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Menjaga Kesehatan Mental dengan Penggunaan Media Sosial Secukupnya, Ini Penjelasan Psikolog

Surakarta | Selasa, 11 Oktober 2022 | 06:10 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB