Kenapa Kerumunan Seperti di Itaewon Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Medisnya

Farah Nabilla | Suara.com

Senin, 31 Oktober 2022 | 14:22 WIB
Kenapa Kerumunan Seperti di Itaewon Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Medisnya
Tragedi pesta halloween Itaewon Korea Selatan. (Foto: AFP)

Suara.com - Masyarakat dunia kini kembali digemparkan dengan Tragedi malam Halloween yang terjadi di Itaewon, Korea Selatan Minggu (30/10/2022) dini hari. Padahal sebelumnya, terjadi insiden berdarah yakni Tragedi Kanjuruhan pada awal bulan Oktober ini.

Kedua kejadian tersebut saling terkait erat lantaran terjadi berkat adanya kerumunan yang tak terkendali. Bahkan kedua kejadian tersebut menelan ratusan korban jiwa akibat kerumunan.

Insiden Itaewon dan Tragedi Kanjuruhan sama-sama menunjukkan bahwa kerumunan yang tak terkontrol dapat menyebabkan petaka, bahkan kematian.

Lantas, bagaimana bisa kerumunan menyebabkan ratusan orang meninggal dunia? Berikut penjelasan menurut ilmu medis.

Sebabkan sesak nafas hingga henti jantung

Kerumunan massa ternyata dapat mengakibatkan sesak nafas bagi orang-orang yang turut berada di dalamnya. Mengutip penjelasan pakar dari University of Suffolk Keith Still, orang-orang yang terlibat kerumunan dapat berdesakan dan berhimpit satu sama lain.

Hal tersebut akan membuat mereka terdesak hingga tak mampu mendapat pasokan oksigen yang cukup.

“Saat orang berjuang untuk bangun, lengan dan kaki terpelintir. Pasokan darah mulai berkurang ke otak,” jelas Still kepada awak media VOA.

Sebagai buntut dari pasokan oksigen berkurang ke otak, maka korban kerumunan akan mati lemas.

"Itu umumnya penyebab kematian yang dikaitkan dengan mati lemas,” lanjut Still.

Senada dengan Still, pakar Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP juga sepakat bahwa orang-orang yang berada di kerumunan akan mengalami sesak nafas dan kekurangan oksigen.

Bahkan pada situasi tertentu, korban kerumunan dapat mengalami serangan jantung. Berada di kerumunan berpotensi membuat seseorang terdesak dan terhimpit dadanya, sehingga menyebabkan dia tidak bisa bernapas dengan baik. Orang tersebut juga akan kesulitan bernafas.

"Oksigen akhirnya terganggu. Tubuh mengalami kekurangan oksigen," kata Vito dikutip dari ANTARA pada Senin (31/10/2022). 

Karbondioksida yang terjebak di dalam saluran pernafasan juga menjadi biang kerok kematian akibat kerumunan. Menurut Vito, jumlah karbondioksida menjadi lebih banyak sehingga pembuluh darah menjadi kuncup.

Oksigen akhirnya tidak bisa terhantar dengan baik karena organ penghantar oksigen yakni jantung terhimpit dan gagal memompa darah ke seluruh tubuh. Sebab, darah adalah unsur pengangkut oksigen yang diperlukan untuk organ-organ penting lainnya seperti otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Caitlin Halderman dan Jefri Nichol Foto Mesra, Publik: Jadian Aja Nggak Si!

Caitlin Halderman dan Jefri Nichol Foto Mesra, Publik: Jadian Aja Nggak Si!

Your Say | Senin, 31 Oktober 2022 | 14:06 WIB

6 Potret Pesta Halloween Wendy Walters, Dianggap Terlalu Cantik Jadi Valak

6 Potret Pesta Halloween Wendy Walters, Dianggap Terlalu Cantik Jadi Valak

Entertainment | Senin, 31 Oktober 2022 | 14:05 WIB

Bahaya Desak-Desakan dalam Kerumunan Bisa Sebabkan Kekurangan Oksigen Hingga Henti Jantung, Begini Penjelasan Dokter

Bahaya Desak-Desakan dalam Kerumunan Bisa Sebabkan Kekurangan Oksigen Hingga Henti Jantung, Begini Penjelasan Dokter

Kalbar | Senin, 31 Oktober 2022 | 13:48 WIB

Pro Kontra Perayaan Halloween di Arab Saudi: Warga Senang, Ulama Geram

Pro Kontra Perayaan Halloween di Arab Saudi: Warga Senang, Ulama Geram

News | Senin, 31 Oktober 2022 | 13:44 WIB

Bikin Mata Lelaki Melek, Anya Geraldine Tampil Seksi dengan Kostum Mystique dan Mermaid Saat Pesta Halloween

Bikin Mata Lelaki Melek, Anya Geraldine Tampil Seksi dengan Kostum Mystique dan Mermaid Saat Pesta Halloween

Lifestyle | Senin, 31 Oktober 2022 | 13:29 WIB

Mengenal Cardiac Arrest atau Henti Jantung, Diduga Picu Ratusan Orang Tewas di Halloween Itaewon

Mengenal Cardiac Arrest atau Henti Jantung, Diduga Picu Ratusan Orang Tewas di Halloween Itaewon

Health | Senin, 31 Oktober 2022 | 13:08 WIB

7 Fakta Tragedi Itaewon, Kekacauan Malam Halloween yang Merenggut Nyawa Aktor Lee Ji Han

7 Fakta Tragedi Itaewon, Kekacauan Malam Halloween yang Merenggut Nyawa Aktor Lee Ji Han

Entertainment | Senin, 31 Oktober 2022 | 12:56 WIB

Fakta-fakta Distrik Itaewon, Lokasi Tragedi Halloween Maut Dipenuhi Tempat Hiburan Malam

Fakta-fakta Distrik Itaewon, Lokasi Tragedi Halloween Maut Dipenuhi Tempat Hiburan Malam

Lifestyle | Senin, 31 Oktober 2022 | 12:52 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB