Cara Kerja dan Harga Abemaciclib, Obat Kanker Payudara HR+ dan HER2- Stadium Awal

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 18 Juni 2023 | 01:05 WIB
Cara Kerja dan Harga Abemaciclib, Obat Kanker Payudara HR+ dan HER2- Stadium Awal
Ilustrasi obat kanker. (Pixabay/Syringe1884784)

Suara.com - Kabar baik untuk pasien kanker payudara tipe HR+ dan HER2- stadium awal karena tersedia obat Abemaciclib yang terbukti bisa meningkatkan harapan hidup pasien, sehingga tidak perlu membeli dari luar negeri. Gimana cara kerja, dosis, harga dan ditanggung BPJS Kesehatan gak ya?

Obat Abemaciclib ini baru saja mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga bisa diberikan bersamaan dengan terapi endokrin untuk menghambat pertumbuhan sel kanker yang dipengaruhi kadar hormon.

Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) Dr. dr TB Djumhana Atmakusuma SpPD-KHOM, menjelaskan Abemaciclib atau Yuraleb adalah obat sistemik yang bekerja langsung menyasar dari dalam inti sel agar perkembangannya berhenti, dan tidak berubah menjadi sel kanker.

"Cara kerja ini berbeda dengan terapi endokrin atau kemoterapi yang bekerja menyasar di luar sel, sehingga tidak semakin mempengaruhi sel sehat berubah jadi kanker," ujar Dr. Djumhana di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/6/2023).

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDpics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDpics)

Sehingga dengan terapi kombinasi obat Abemaciclib bersama terapi endokrin, pengobatan kanker payudara bekerja dari dua sisi. Dari dalam inti sel menghentikan perubahan sel sehat jadi sel kanker, dari luar menghambat faktor yang mempengaruhi perubahan sel sehat menjadi sel kanker.

Apalagi kabar paling baru, BPOM juga baru saja menyetujui pemberian obat Abemaciclib ini untuk diberikan di tahap early breast cancer, atau pasien kanker payudara stadium awal di saat belum menyebar di luar payudara.

"Jadi dari mulai pertama kali terdeteksi kanker payudara stadium awal, early breast cancer itu tahap stadium 1B, jadi belum keluar dari payudara," timpal Ahli hematologi, Prof. Dr. dr Ary Harryanto Sp.PD-KHOM ini.

Sehingga dengan persetujuan ini, harapannya masyarakat Indonesia tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri seperti Singapura untuk membeli obat ini, karena sudah bisa digunakan untuk pasien kanker payudara stadium awal.

COO ZP Therapeutics Aylie Wijaya mengatakan ini pertama kalinya BPOM menyetujui obat untuk stadium awal kanker payudara, khususnya untuk yang jenis HR+ dan HER2-.

baca juga

“Sebelumnya, kami sudah mendapatkan approval untuk stadium lanjut. Kami berharap dengan ini bisa memberikan pilihan terapi oleh dokter di Indonesia untuk pasien yang lebih luas,” ucap Aylie.

Apalagi semakin awal kanker payudara bisa ditangani, semakin tinggi juga harapan hidup pasien kanker payudara, yang nantinya sel kanker terkontrol dan eliminasi, dan bisa melanjutkan hidup selaiknya orang normal dengan syarat tetap mengontrol gaya hidup sehari-hari.

Perlu diketahui tipe HR+ dan HER2- mendominasi 73 persen kasus kanker payudara di seluruh dunia. Termasuk Indonesia, HR+ dan HER2- jadi kanker payudara metastasis subtipe tertinggi di Indonesia.

Kanker payudara metastasis adalah kategori tipe sel kanker yang menentukan seberapa cepat sel kanker menyebar ke berbagai organ tubuh lain, dan menurunkan angka harapan hidup pasien.

HR adalah singkatan dari reseptor hormon. HR+ berarti sel tumor memiliki reseptor untuk hormon estrogen atau progesteron, yang dapat mendorong pertumbuhan tumor HR+.

HER2 adalah singkatan dari reseptor faktor pertumbuhan epidermal manusia2. HER2+ berarti sel tumor memproduksi protein yang disebut HER2/neu dalam kadar tinggi, yang telah terbukti terkait dengan jenis kanker payudara agresif tertentu.

Meski terbukti ampuh meningkatkan harapan hidup pasien kanker payudara HR+ dan HER2-, Abemaciclib yang sudah bisa diresepkan dokter dan dibeli di apotek Indonesia ini memiliki harga yang cukup fantastis.

Apalagi obat ini belum masuk dalam tanggungan negara, atau belum bisa diakses pasien BPJS Kesehatan. Untuk paket satu bulan Abemaciclib dihargai Rp 30 juta, terdiri dari 4 box, di mana 1 box berisi 15 tablet.

"Obat ini diminum dua kali sehari setiap hari, maksimal dengan rentang waktu 2 tahun, lalu bisa diberikan jeda untuk evaluasi dokter dan bisa diresepkan kembali hingga 5 tahun berikutnya," timpal Prof. Ary.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru Temukan Efek Memasak Makanan dengan Suhu Tinggi Picu Risiko Kanker : Kok Bisa ?

Penelitian Terbaru Temukan Efek Memasak Makanan dengan Suhu Tinggi Picu Risiko Kanker : Kok Bisa ?

Purwokerto | Sabtu, 17 Juni 2023 | 16:51 WIB

Uji Coba Tes Napas Inggris: Mengungkap Kanker pada Tahap Awal dengan Non-Invasif dan Tingkat Akurasi Tinggi

Uji Coba Tes Napas Inggris: Mengungkap Kanker pada Tahap Awal dengan Non-Invasif dan Tingkat Akurasi Tinggi

Cianjur | Jum'at, 16 Juni 2023 | 11:05 WIB

Aldi Taher Gelar Konser Forplay Tribute to Coldplay, Tiket VIP Rp 100 Juta Sold Out

Aldi Taher Gelar Konser Forplay Tribute to Coldplay, Tiket VIP Rp 100 Juta Sold Out

Serang | Kamis, 15 Juni 2023 | 22:12 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB