Pasien Obesitas Ingin Turunkan Berat Badan, Olahraga Angkat Beban Aman Gak Sih Buat Tulang?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 20 Januari 2024 | 07:18 WIB
Pasien Obesitas  Ingin Turunkan Berat Badan, Olahraga Angkat Beban Aman Gak Sih Buat Tulang?
Lelaki melakukan angkat beban. [Shutterstock]

Suara.com - Orang dengan obesitas diwajibkan menjalani diet dan olahraga untuk mengurangi kadar lemak sekaligus menurunkan berat badan agar lebih sehat. Pertanyaanya, aman tidak ya obesitas lakukan olahraga angkat beban?

Obesitas adalah kondisi berat badan melebihi batas normal karena adanya penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh.

Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Eka Hospital Permata Hijau, dr. Andi Praja Wira Yudha Lutfi, Sp. OT menjelaskan orang dengan obesitas tetap boleh olahraga angkat beban, selama tidak melebihi kemampuan kapasitas beban yang bisa meningkatkan risiko cedera.

Obesitas (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
Obesitas (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

"Untuk tulang pada pasien obesitas melakukan olahraga angkat beban tetap aman, asal punya batasan kemampuan masing-masing. Jadi jangan membatasi dengan kemampuan orang lain," ujar dr. Andi melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (19/1/2024).

Kapasitas kemampun yang dimaksud dr. Andi yaitu jika terbiasa angkat beban 10 kilogram, lalu mencoba langsung di luar batas kemampuan langsung 50 kilogram itu tidak baik.

"Olahraga itu bukan kompetisi yang harus sama dan mengalahkan orang lain, apalagi kompetisi olahraga juga ada kelasnya," papar dr. Andi.

Selain itu dokter yang terbiasa mengatasi masalah trauma tulang karena cedera maupun kecelakaan ini menjelaskan, olahraga angkat beban baik untuk membentuk otot yang akhirnya bisa melindungi tulang.

Namun dr. Andi mengingatkan tujuan olahraga angkat beban terdiri dari dua manfaat, muscle building atau membangun otot dan kardio yaitu untuk menurunkan kadar lemak tubuh yang dibutuhkan orang dengan berat badan berlebih, termasuk obesitas.

Kardio juga baik untuk jantung, karena lebih banyak kalori yang dibuang. Kondisi ini berbeda angkat beban dengan tujuan muscle building, di mana kalori digunakan untuk membentuk otot.

baca juga

"Jadi kalau angkat beban untuk membentuk otot biasanya mengandalkan beban berat yang besar, contohnya beban 50 kilogram tapi repetisi atau pengulangannya hanya 1 hingga 3 kali angkat beban tersebut," papar dr. Anda.

Ilustrasi angkat beban. (Shutterstock)
Ilustrasi angkat beban. (Shutterstock)

Sedangkan pada olahraga angkat beban kardio mengandalkan repetisi atau pengulangan yang banyak, seperti dumbell 2 kilogram tapi diulangi dan diangkat sebanyak 30 kali dengan gerakan yang berbeda.

Bahaya Obesitas

Menurut Kementerian Kesehatan, obesitas bisa jadi pintu masuk berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang membahayakan hingga menyebabkan kematian.

Inilah sebabnya pemerintah menggencarkan kampanye perilaku hidup sehat seperti makan makanan yang bergizi, rutin berolahraga atau melakukan aktivitas ringan minimal 30 menit per hari, dan mencukupi kebutuhan tidur untuk mencegah kelebihan berat badan hingga obesitas.

Berikut ini sederet dampak bahaya yang perlu diwaspadai dan tidak dianggap sepele:

  1. Obesitas berisiko 2 kali lipat mengakibatkan terjadinya Serangan jantung koroner, Stroke, Diabetes melitus (kencing manis), dan Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  2. Obesitas berisiko tinggi untuk mengakibatkan penyakit kanker (laki-laki berisiko tinggi menderita kanker usus besar dan kelenjar prostat, sedangkan wanita berisiko tinggi untuk menderita kanker payudara dan leher rahim).
  3. Obesitas berisiko 3 kali lipat terkena batu empedu.
  4. Obesitas berisiko meningkatkan lemak dalam darah dan asam urat.
  5. Obesitas berisiko mengakibatkan terjadinya sumbatan nafas ketika sedang tidur.
  6. Obesitas dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan reproduksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adu Kekayaan Kiesha Alvaro dan Abidzar Al-Ghifari, Sama-sama Tulang Punggung Keluarga Siapa Paling Tajir?

Adu Kekayaan Kiesha Alvaro dan Abidzar Al-Ghifari, Sama-sama Tulang Punggung Keluarga Siapa Paling Tajir?

Lifestyle | Jum'at, 19 Januari 2024 | 20:41 WIB

Usai Kampanye Seharian Di Lampung, Atikoh Ganjar Pilih Menginap Di Ponpes Miftahul Huda Dua Ribu

Usai Kampanye Seharian Di Lampung, Atikoh Ganjar Pilih Menginap Di Ponpes Miftahul Huda Dua Ribu

Kotak Suara | Kamis, 11 Januari 2024 | 06:43 WIB

Ramai di X, Ini Alasan Otot Kuli Lebih Unggul Dibanding Otot Anak Gym

Ramai di X, Ini Alasan Otot Kuli Lebih Unggul Dibanding Otot Anak Gym

Your Say | Senin, 08 Januari 2024 | 15:11 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×