Cerita Asri Welas Tentang Anaknya yang Lahir dengan Katarak Kongenital Hingga Pakai Kacamata Plus 13

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 26 Maret 2024 | 13:52 WIB
Cerita Asri Welas Tentang Anaknya yang Lahir dengan Katarak Kongenital Hingga Pakai Kacamata Plus 13
Asri Welas bersama putranya, Gibran. [Instagram]

Suara.com - Artis Asri Welas bercerita tentang kondisi anak keduanya, Rayyan Gibran Ridha Rahardja, atau Ibran, yang harus memakai kacamata plus 13 sejak anak-anak. Kondisi ini terjadi karena Ibran lahir dengan katarak kongenital yang merupakan salah satu penyakit langka.

Dalam kanal YouTube Netmediatama di acara Saurans, Asri Welas bercerita saat anak pertamanya berusia 9 tahun, ia tidak menyangka akan kembali mengandung anak kedua. Mirisnya, ia baru tahu dirinya hamil ketika usia kandungannya sudah 4 bulan.

"Setelah 4 bulan baru ketahuan aku punya anak, padahal aktivitasku banyak. Alhamdulillah anakku lahir, terdeteksinya lahir dengan katarak itu setelah 3 bulan," ungkap Asri Welas, dikutip suara.com, Selasa (26/3/2024).

Meski Ibran lahir dengan katarak, tidak lantas membuat Asri menyerah kepada anaknya. Ini karena baginya, anak tersebut merupakan penyemangat hidupnya. Bahkan Asri juga harus menerima kenyataan kalau Ibran harus menggunakan mengenakan kacamata dengan plus 13.

Meski begitu, ia turut membagikan 2025 kacamata yang diberikan anak dengan kondisi serupa.

"Ibran pakai kacamata yang bagus, yang alhamdulillah perkembangannya juga baik, walaupun kacamatanya plus 13. Kita selalu berbagi kacamata, Ibran punya 2025 kacamata buat anak dengan katarak lainnya, jadi bisa DM instagram Astri Welas," paparnya.

Perlu diketahui kondisi katarak kongenital disebabkan karena adanya virus di tubuh bayi, seperti yang dialami Ibran, di mana virus terdapat di bagian giginya yang turut mempengaruhi perkembangan mata anak yang lahir pada 2017 silam itu.

"Jadi aku tebak pasti ada virusnya, makanya diperiksa di jantung nggak ada, di otak nggak ada, dan ternyata adanya di gigi virusnya," jelas Asri Welas.

Melansir Hello Sehat, katarak kongenital adalah kelainan atau cacat bawaan ketika lensa mata bayi keruh atau buram sejak lahir. Keruh atau buramnya lensa mata bayi ini dapat menyebabkan si kecil sulit melihat sesuatu dengan jelas.

baca juga

Jika seorang bayi mengalami katarak akibat bawaan lahir, sinar cahaya yang masuk ke mata menjadi tersebar ketika melewati lensa yang keruh. Alhasil, gambar dan cahaya yang masuk ke dalam mata menjadi kabur dan tidak sempurna.

Ada beragam penyebab katarak kongenital yang umumnya disebabkan keturunan, yaitu terjadi saat pembentukan protein guna mendukung fungsi lensa mata alami. Masalah pada pembentukan protein tersebut dapat dikarenakan adanya infeksi dan perubahan DNA (kode genetik yang diturunkan dari orangtua ke anak).

Lalu ada juga disebabkan karena infeksi, salah satunya adalah infeksi saat hamil juga dapat disebabkan oleh rubela, cacar air, cytomegalovirus, herpes simplex, herpes zoster, poliomyelitis, influenza, virus Epstein-Barr, sifilis, dan toksoplasmosis.

Katarak kongenital juga bisa dipengaruhi reaksi obat, contohnya antibiotik tetrasiklin yang digunakan untuk mengobati infeksi pada wanita hamil. Lalu masalah metabolik, diabetes, trauma, hingga inflamasi atau peradangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Haru, Anak Sulung Asri Welas Ingin Jadi Dokter Biar Bisa Obati Adik yang Idap Penyakit Langka

Haru, Anak Sulung Asri Welas Ingin Jadi Dokter Biar Bisa Obati Adik yang Idap Penyakit Langka

Entertainment | Rabu, 21 Februari 2024 | 08:40 WIB

Beda dari Bocah Seusianya, Tangis Asri Welas Pecah Ungkap Kondisi Anak usai Ikuti Terapi Darah

Beda dari Bocah Seusianya, Tangis Asri Welas Pecah Ungkap Kondisi Anak usai Ikuti Terapi Darah

Entertainment | Selasa, 17 Oktober 2023 | 14:28 WIB

Tak Boleh Dibius, Asri Welas Ungkap Alasan Putranya Gagal Rekam Otak

Tak Boleh Dibius, Asri Welas Ungkap Alasan Putranya Gagal Rekam Otak

Entertainment | Sabtu, 09 September 2023 | 07:15 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×