Apa Itu Autism Spectrum Disorder? Begini Cara Memahami Individu dengan Autisme

Vania Rossa

Kamis, 01 Agustus 2024 | 19:05 WIB
Apa Itu Autism Spectrum Disorder? Begini Cara Memahami Individu dengan Autisme
Walk for Autism (WFA) Jakarta 2024 (Dok. Yayasan WINGS Peduli)

Suara.com - Hampir semua orang mungkin pernah mendengar kata "autis" atau "autisme". Namun, barangkali tak semua orang paham makna dari kata tersebut. Autis yang merujuk pada autism spectrum disorder (ASD), merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi perkembangan bahasa anak. Akibatnya, anak kesulitan untuk berkomunikasi, berinteraksi, serta berperilaku.

Mengutip dari laman Halodoc, ASD juga mencakup sindrom Asperger, sindrom Heller, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS). Meski kelainan ini bukan penyakit, tapi kondisi ini membuat mereka yang menyandang kelainan ini mengalami kesulitan memahami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

Pengidap autis juga sulit untuk mengekspresikan diri, serta memiliki kendala saat belajar. Itu sebabnya, dibutuhkan pengertian, dukungan, hingga sarana dan prasarana yang memadai dari masyarakat untuk para penyandang ASD.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, dalam suatu acara anak berkebutuhan khusus, mengungkap bahwa anak dengan ASD di Indonesia mencapai 2,4 juta atau diperkirakan 1 dari 100 anak menyandang kasus ini. Sayangnya, fenomena ini masih diikuti dengan berbagai stigma negatif yang dilatarbelakangi oleh ketidakpahaman masyarakat mengenai ASD.

Dalam live Instagram bertajuk “Memahami Individu dengan Autisme sebagai Orang Awam”, Anastasia Satriyo, M.Psi., Psikolog Anak & Remaja, menekankan pentingnya diagnosa formal autisme oleh profesional, di semua tingkat usia. Hasil diagnosa tersebut penting untuk meningkatkan edukasi dan penerimaan lingkungan, khususnya orang tua dan sistem pendukung penyandang autisme, agar dapat memahami kebutuhan mereka dan memberikan dukungan yang tepat.

Anastasia menambahkan, dukungan lain yang bisa diberikan masyarakat adalah dengan menghindari kata "autis" sebagai penamaan atau bahan bercanda, karena hal tersebut dapat menyakiti hati pengidap autisme dan pendampingnya. Sebagai alternatif, gunakan istilah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau Autism Spectrum Disorder (ASD) untuk menyebutkan keadaan mereka.

Kesadaran masyarakat, edukasi, dan dukungan komunitas menjadi kunci untuk meningkatkan akses informasi, fasilitas, serta dukungan bagi ASD. Untuk itu, Yayasan WINGS Peduli mendukung kegiatan Walk for Autism (WFA) Jakarta 2024, Minggu (28/7/2024), yang diselenggarakan oleh Junior Chamber International (JCI) Chapter Nusantara, Femme dan Jakarta, untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap autisme.

“Anak-anak berkebutuhan khusus adalah bagian dari hidup kita, bisa jadi keluarga, teman, atau tetangga kita. Harapan kami, Walk for Autism Jakarta 2024 ini dapat menggalang perhatian semua pihak untuk mau memahami dan mengakomodasi kebutuhan mereka, di berbagai sektor yang mereka geluti. Sehingga, kita semua dapat mendampingi, memenuhi kebutuhan, serta mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk mereka,” ungkap Sheila Kansil, Perwakilan Yayasan WINGS Peduli.

Walk for Autism Jakarta 2024 mengundang masyarakat luas untuk bergabung untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang autisme dan menciptakan rasa solidaritas bagi mereka melalui fun walk dan bersama teman-teman ASD, penampilan dari teman-teman ASD, booth bazaar, job fair, hingga business visit dan clinic visit bagi pengunjung yang hadir di sana. Terdapat pula rangkaian acara selanjutnya seperti webinar dan virtual talkshow yang dapat diikuti oleh semua masyarakat melalui Instagram @wfa.nusantara mengenai autisme, seperti pemrosesan sensorik dan perilaku hingga inklusivitas dalam masyarakat.

baca juga

Perwakilan JCI Nusantara mengatakan bahwa lingkungan inklusif merupakan salah satu upaya untuk mendukung potensi diri anak autis, yang dapat diwujudkan melalui kolaborasi.

Chyntia Iswantoro, Project Director Walk for Autism Jakarta 2024 menyampaikan, “Dukungan Yayasan WINGS Peduli dalam kegiatan ini telah membantu kami untuk mengajak masyarakat ikut serta mengulurkan tangan dan berjalan bersama teman-teman ASD melalui rangkaian kegiatan Walk for Autism. Harapannya, melalui keterlibatan berbagai pihak, stigma negatif mengenai ASD bisa terkikis dan tergantikan dengan semangat kolaborasi untuk dapat mendukung mereka mandiri dan berkontribusi dalam berbagai bidang.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Tua Mesti Tahu, Ini Tanda Awal ADHD Pada Anak

Orang Tua Mesti Tahu, Ini Tanda Awal ADHD Pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juli 2024 | 10:03 WIB

Dapat Menyebabkan Gangguan Perilaku, Ini Perbedaan Autisme dan ADHD pada Anak

Dapat Menyebabkan Gangguan Perilaku, Ini Perbedaan Autisme dan ADHD pada Anak

Health | Rabu, 17 Juli 2024 | 14:35 WIB

Shakira CoC sampai Dikritik, Ini Alasan Autisme Tak Boleh Jadi Bahan Ejekan

Shakira CoC sampai Dikritik, Ini Alasan Autisme Tak Boleh Jadi Bahan Ejekan

Lifestyle | Selasa, 16 Juli 2024 | 13:30 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×