Operasi Kanker Rektum Bisa Sembuh Tanpa Kehilangan Fungsi Anus? Ini Faktanya

Riki Chandra Suara.Com
Selasa, 12 November 2024 | 06:15 WIB
Operasi Kanker Rektum Bisa Sembuh Tanpa Kehilangan Fungsi Anus? Ini Faktanya
Ilustrasi tim dokter melakukan operasi. [Dok.Antara]

Suara.com - Bethsaida Hospital Gading Serpong memperkenalkan teknik baru dalam penanganan kanker rektum yang memungkinkan pasien mempertahankan fungsi anus.

Dokter spesialis bedah digestif Bethsaida, Eko Priatno menjelaskan, metode inovatif ini sudah diterapkan melalui teknik bedah canggih. Dengan begitu, pasien tidak perlu khawatir kehilangan fungsi anus pascaoperasi.

"Seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran, kini ada solusi inovatif yang memungkinkan pasien dengan kanker rektum tetap bisa mempertahankan anusnya," katanya, Senin (11/11/2024).

Perkembangan teknologi imaging, seperti MRI dan Endorectal Ultrasound berperan penting dalam penanganan ini. Dengan teknik imaging tersebut, dokter dapat memetakan lokasi dan penyebaran tumor secara akurat, termasuk mengevaluasi keterlibatan otot di dasar panggul dan otot sfingter ani yang sangat berperan dalam fungsi anus.

"Informasi dari imaging ini membantu dokter dalam menyusun rencana operasi yang lebih presisi dan aman," katanya.

Salah satu metode unggulan yang diterapkan di Bethsaida Hospital adalah Intersphincteric Resection, teknik bedah canggih yang memungkinkan pengangkatan bagian rektum yang terjangkit kanker tanpa menghilangkan seluruh anus.

"Melalui Intersphincteric Resection, kami bisa mengangkat bagian yang terkena kanker tanpa merusak fungsi anus pasien," katanya.

Pada prosedur ini, rektum yang terinfeksi kanker dipotong dengan hati-hati dan minimal invasif, menjaga otot sfingter ani tetap utuh, sehingga pasien tetap bisa mengontrol fungsi buang air besar secara normal setelah operasi.

Proses ini merupakan salah satu teknik bedah digestif yang memerlukan ketelitian dan keahlian tinggi dari tim dokter.

Kanker rektum adalah salah satu jenis kanker saluran pencernaan bawah yang sering memicu kekhawatiran pasien, terutama terkait risiko kehilangan fungsi anus.

Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari perubahan pola buang air besar, darah dalam tinja, nyeri di area perut bawah, hingga penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Beberapa faktor risiko kanker rektum meliputi riwayat keluarga, pola makan rendah serat dan tinggi lemak, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI