Merasa Cemas dan Takut Naik Pesawat? IDI Karanganyar Berikan Informasi Pengobatan Aerophobia

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 13 Desember 2024 | 11:41 WIB
Merasa Cemas dan Takut Naik Pesawat? IDI Karanganyar Berikan Informasi Pengobatan Aerophobia
Ilustrasi naik pesawat terbang (Freepik)

Suara.com - Mungkin ada saat di mana Anda merasa takut menggunakan jenis transportasi tertentu. Salah satu contohnya adalah perjalanan menggunakan pesawat. Rasa takut yang berlebihan terhadap penerbangan, terutama saat berada di pesawat terbang, disebut aerophobia. Ini berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas jika perjalanan terkait pekerjaan memerlukan transportasi udara.

Menurut informasi dari idikabkaranganyar.org, aerophobia, juga dikenal sebagai ketakutan terbang, adalah kondisi di mana seseorang mengalami gejala fisik dan emosional yang signifikan sebelum, selama, atau bahkan setelah penerbangan.
IDI Kabupaten Karanganyar adalah organisasi kesehatan sebagai wadah profesi dokter di seluruh Indonesia. IDI Kabupaten Karanganyar mengadakan konsultasi kesehatan secara gratis. Bagi Anda yang ingin mendapatkan konsultasi kesehatan gratis, dapat menghubungi organisasi IDI di daerah terdekat.

IDI Kabupaten Karanganyar sedang melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyebab aerophobia serta metode pengobatan yang tepat untuk penderitanya.
Apa saja penyebab seseorang menderita aerophobia?

Dilansir dari laman https://idikabkaranganyar.org, aerophobia adalah ketakutan yang berlebihan atau tidak rasional terhadap penerbangan, khususnya saat berada di pesawat terbang. Beberapa penyebab utama seseorang menderita aerophobia meliputi:

1. Pengalaman traumatis
Seseorang yang pernah mengalami kecelakaan pesawat atau situasi berbahaya saat terbang mungkin lebih rentan terkena fobia penerbangan. Mendengar berita tentang kecelakaan penerbangan juga dapat menimbulkan ketakutan yang mendalam.

2. Faktor lingkungan
Anak-anak yang memiliki orang tua atau anggota keluarga lainnya yang takut terbang juga mungkin mengalami ketakutan yang sama. Rasa takut tersebut dapat diperkuat jika ketakutan ini diceritakan dalam keluarga.

3. Kondisi kesehatan mental
Penderita aerophobia seringkali memiliki ketakutan lain, seperti acrophobia (takut ketinggian) atau claustrophobia (takut ruang sempit). Ketidakstabilan emosional atau stres yang tinggi juga dapat memperburuk kondisi ini.

4. Adanya fobia lainnya
Rasa takut saat terbang dapat diperburuk jika seseorang memiliki fobia lain, seperti claustrophobia (takut ruang sempit), acrophobia (takut ketinggian), atau agoraphobia (takut orang banyak).

Apa saja obat yang dapat mengurangi gejala aerophobia?

baca juga

IDI Kabupaten Karanganyar juga menjelaskan bahwa gejala Aerophobia dapat diobati dengan berbagai obat yang bisa dikonsumsi sehingga membuat penderitanya menjadi lebih tenang. Untuk mengurangi gejala aerophobia, dokter dapat memberikan beberapa jenis obat, meliputi:

1. Obat Benzodiazepine
Obat ini biasanya digunakan untuk mengurangi kecemasan dan gejala sebelum dan selama penerbangan. Dokter dapat meresepkan benzodiazepine, seperti alprazolam dan diazepam. Obat ini dapat menenangkan sistem saraf pusat, selain itu juga dapat membantu mengendalikan rasa ketakutan saat melakukan penerbangan.

2. Obat Antihistamin
Obat seperti dimenhydrinate (Dramamine) dapat digunakan untuk mengatasi mual yang mungkin dialami oleh penderita aerophobia, terutama jika mereka juga mengalami mabuk perjalanan.

3. Obat Pregabalin
Adapun obat anti kecemasan lainnya seperti Pregabalin. Pregabalin, obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan, bekerja dengan menghentikan otak mengeluarkan bahan kimia yang menyebabkan kecemasan.


Sebelum menggunakan obat-obatan ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan resep dan penanganan pengobatan yang sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Penyakit Glaukoma, IDI Kabupaten Brebes Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyakit Glaukoma, IDI Kabupaten Brebes Berikan Informasi Pengobatan

Health | Rabu, 11 Desember 2024 | 12:49 WIB

Kenali Penyebab Nyeri Pada Bahu, IDI Kabupaten Boyolali Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Nyeri Pada Bahu, IDI Kabupaten Boyolali Berikan Informasi Pengobatan

Health | Rabu, 11 Desember 2024 | 12:33 WIB

Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak, IDI Kabupaten Blora Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak, IDI Kabupaten Blora Berikan Informasi Pengobatan

Health | Rabu, 11 Desember 2024 | 12:21 WIB

IDI Kabupaten Batang Membagikan Informasi Cara Cepat Hamil Bagi Wanita Penderita PCOS

IDI Kabupaten Batang Membagikan Informasi Cara Cepat Hamil Bagi Wanita Penderita PCOS

Health | Selasa, 10 Desember 2024 | 14:24 WIB

Kenali Penyebab Asam Lambung, IDI Banyumas Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Asam Lambung, IDI Banyumas Berikan Informasi Pengobatan

Health | Selasa, 10 Desember 2024 | 14:15 WIB

Kenali Penyebab Serangan Jantung, IDI Banjarnegara Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Serangan Jantung, IDI Banjarnegara Berikan Informasi Pengobatan

Health | Selasa, 10 Desember 2024 | 13:34 WIB

Terkini

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB