Udara Bersih Kini Langka dan Tak Lagi Gratis di Tengah Asap Polusi

M. Reza Sulaiman

Rabu, 28 Mei 2025 | 17:02 WIB
Udara Bersih Kini Langka dan Tak Lagi Gratis di Tengah Asap Polusi
Ilustrasi masker, polusi, udara bersih. (Photo by cottonbro studio/Pexels)

Suara.com - Udara bersih dan segar sempat dianggap sebagai sesuatu yang tak ternilai namun tersedia bebas. Kini, anggapan itu tak lagi berlaku.

Krisis iklim dan polusi udara telah mengubah udara bersih menjadi barang langka, bahkan menjadi hak yang harus diperjuangkan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Konferensi Global Kedua tentang Polusi Udara dan Kesehatan yang digelar oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama pemerintah Kolombia di Cartagena, akhir Maret lalu.

Polusi udara merupakan ancaman kesehatan global yang serius. Menurut WHO, 99% populasi dunia menghirup udara yang melebihi batas pedoman kualitas udara WHO, mengandung tingkat polutan tinggi.

Dampak kesehatan dari polusi udara sangat mengerikan. Laporan dari The Lancet Planetary Health pada tahun 2019 menunjukkan bahwa polusi udara berkontribusi terhadap sekitar 6,7 juta kematian dini di seluruh dunia setiap tahunnya.

Polutan seperti materi partikulat halus (PM2.5) dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan aliran darah, menyebabkan penyakit pernapasan kronis, penyakit jantung, stroke, bahkan kanker paru-paru.

WHO juga memperkirakan bahwa polusi udara ambien (luar ruangan) dan rumah tangga secara kolektif menyebabkan 7 juta kematian dini setiap tahunnya. Data ini menggarisbawahi urgensi tindakan untuk mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara demi kesehatan masyarakat global.

Maria Neira, Direktur WHO untuk Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan, menegaskan bahwa polusi udara kini menjadi penyebab utama beban masalah kesehatan di hampir seluruh negara.

Gambar menunjukkan asap tebal dari pabrik atau kendaraan yang mencemari udara, melambangkan dampak emisi gas rumah kaca terhadap lingkungan dan kesehatan manusia (unsplash.com/@niki_likomanov)
Ilustrasi dampak polusi udara akibat kendaraan bermotor - udara bersih semakin mahal. (unsplash.com/@niki_likomanov)

"Penyakit kronis yang diakibatkan oleh polusi udara telah membebani sistem kesehatan kita," katanya, dilansir dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, ditulis Rabu (28/5/2025).

Yang lebih mencemaskan, dampak ini paling terasa di negara-negara berkembang yang memiliki kota-kota besar namun regulasi lingkungan yang lemah. Beban ekonomi dan kesehatan akibat polusi udara terus meningkat dan sering kali tidak tercatat dalam neraca pembangunan.

baca juga

Kemauan Politik Demi Udara Bersih

Konferensi Cartagena menyepakati target global: mengurangi dampak kesehatan akibat polusi udara sebesar 50% pada tahun 2040. Untuk itu, dibutuhkan langkah konkret: investasi dalam energi bersih, perombakan sistem transportasi, serta regulasi yang ketat terhadap kualitas udara.

Tidak sedikit negara telah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan udara bersih bisa berjalan beriringan. China menjadi contoh, berhasil memangkas emisi tanpa mengorbankan laju ekonominya.

Uni Eropa telah mengadopsi Direktif Kualitas Udara baru yang memangkas separuh ambang batas legal polusi dan menargetkan pengurangan kematian akibat polusi sebesar 30% pada 2030.

Sementara Kolombia, tuan rumah konferensi, meluncurkan kebijakan transportasi publik nol emisi dan bahan bakar bersih serta menargetkan pengurangan emisi karbon 40% dalam lima tahun ke depan.

"Argumen bahwa investasi pada lingkungan tidak memberi manfaat jangka pendek adalah mitos," tegas Neira.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sanksi Sosial Bagi Warga yang Belum Uji Emisi: Efektifkah untuk Mengubah Perilaku?

Sanksi Sosial Bagi Warga yang Belum Uji Emisi: Efektifkah untuk Mengubah Perilaku?

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 15:14 WIB

Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan

Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan

Health | Rabu, 28 Mei 2025 | 13:49 WIB

Kelaparan di Sudan Jadi Pengingat: Dampak Pemanasan Global Nyatanya Mempengaruhi Isi Piring

Kelaparan di Sudan Jadi Pengingat: Dampak Pemanasan Global Nyatanya Mempengaruhi Isi Piring

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 11:17 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Ikut Terdampak Ketidakpastian Piala Asia 2027, Erick Thohir Tunggu Keputusan AFC

Timnas Indonesia Ikut Terdampak Ketidakpastian Piala Asia 2027, Erick Thohir Tunggu Keputusan AFC

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026

Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Wajib Kunjungi! Spot Halloween Paling Hits di Jakarta dari Nuansa Pantai hingga Sirkus Mewah

Wajib Kunjungi! Spot Halloween Paling Hits di Jakarta dari Nuansa Pantai hingga Sirkus Mewah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Ikut di Aksi 28 Oktober, Rekam Jejak Wanda Hamidah Jadi Aktivis Usai Berhenti Jadi Politisi

Ikut di Aksi 28 Oktober, Rekam Jejak Wanda Hamidah Jadi Aktivis Usai Berhenti Jadi Politisi

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:08 WIB

3 Bedak Purbasari untuk Usia 40 Tahun, Intip Pilihannya

3 Bedak Purbasari untuk Usia 40 Tahun, Intip Pilihannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:56 WIB

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:50 WIB

×