Riset: Banyak Perempuan Muda Tak Nyaman Lihat Ibu Menyusui di Tempat Umum, Kok Bisa?

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 17:01 WIB
Riset: Banyak Perempuan Muda Tak Nyaman Lihat Ibu Menyusui di Tempat Umum, Kok Bisa?
Ilustrasi ibu menyusui (Freepik/Drazen Zigic)

Suara.com - Penelitian terbaru Health Collaborative Center (HCC) berhasil buat terhenyak, karena ditemukan 1 dari 3 orang Indonesia tidak setuju ibu menyusui di tempat umum. Mirisnya lagi, penolakan itu datang dari perempuan muda dengan pendidikan tinggi.

Pendiri dan Peneliti Utama HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengungkap hasil penelitian terhadap 731 responden survei pada 4 hingga 5 Agustus 2025, ditemukan setengah dari responden mengaku sangat tidak setuju jika ibu menyusui tanpa penutup.

"50 persen responden sangat tidak setuju jika ibu menyusui di mana saja tanpa menggunakan penutup," ujar Dr. Ray dalam peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2025 beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.

Saat responden diminta menanggapi apabila ibu menyusui di tempat umum seperti di pabrik, perkantoran, taman, transportasi umum, tempat makan, hingga kafe, jawaban mereka: 30 persen di antaranya mengaku tidak nyaman, 29,7 persen merasa gelisah melihat ibu menyusui di tempat umum, hingga 29 persen responden mengatakan ibu hanya boleh menyusui di ruang khusus.

"1 dari 3 orang Indonesia memiliki persepsi kontra atau tidak nyaman yang sangat dominan ketika melihat ibu menyusui di tempat umum," ungkap Dr. Ray.

Peneliti Utama Health Collaborative Center (HCC) Dr.dr.Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH di Jakarta (Suara.com/Dini Afrianti)
Peneliti Utama Health Collaborative Center (HCC) Dr.dr.Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH di Jakarta (Suara.com/Dini Afrianti)

Penelitian juga menyebutkan beberapa tempat umum yang ditolak responden untuk menjadi lokasi ibu menyusui yaitu transportasi umum sebesar 33,8 persen, taman atau ruang terbuka 34,6 persen, kafe 32,8 persen, dan tempat makan 30,6 persen.

Kondisi ini, menurut Dr. Ray, seharusnya tidak dipandang hanya dari sudut pandang kenyamanan visual semata, tapi fokus kepada hak ibu menyusui agar tetap nyaman ‘mengASIhi’ di mana pun dan kapan pun.

"Ini bukan sekadar soal kenyamanan visual. Ini soal hak dasar perempuan. Ketika masyarakat masih menolak praktik menyusui di ruang publik, berarti kita belum sepenuhnya mendukung ibu dan anak secara sosial,” kata Dr. Ray.

Adapun responden dari penelitian ini yaitu 84 persen perempuan dan 16 persen laki-laki, dengan rentang usia di bawah 30 tahun sebanyak 33 persen dan di atas 30 tahun 67 persen. Karena mayoritas responden merupakan perempuan, maka penolakan ini juga paling banyak dikumandangkan kaum hawa.

baca juga

"Nah, ternyata dari hasil analisis demografi, kita temukan bahwa justru yang banyak tidak nyaman secara visual menyusui di tempat umum, selain usia lebih muda di bawah 35 dan 30 tahun, juga kebanyakan perempuan usia muda," paparnya.

"Dan yang paling penting adalah yang cukup mengagetkan, justru mereka yang tingkat pendidikannya di atas SMA alias sarjana," lanjut Dr. Ray.

Melihat fenomena ini, Dr. Ray menilai sudah saatnya ibu menyusui tidak perlu bersembunyi untuk ‘mengASIhi’ buah hatinya. Sehingga ia menilai perlu adanya perubahan budaya dan sudut pandang bahwa menyusui adalah hal normal dan lazim, selayaknya makan minum di ruang publik.

Perubahan ini, kata dia, bukan cuma diterapkan di dunia nyata tapi juga di berbagai konten jagat media sosial.

"Kita melihat bahwa yang paling penting adalah orang muda sekarang ternyata tidak melihat bahwa menyusui kapan saja di tempat umum itu sebagai tindakan alamiah atau natural," paparnya.

"Jadi ini yang harus kita bantu lagi untuk normalisasi. Bahwa kalau kita bisa makan di mal, makan di taman, makan di MRT, ibu juga bisa menyusui di MRT kapan saja dan gimana saja," pungkas Dr. Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Cerdas Puas Nyanyikan 'Imagine' John Lennon Kritisi Kesetaraan Gender di Sidang Parlemen

Strategi Cerdas Puas Nyanyikan 'Imagine' John Lennon Kritisi Kesetaraan Gender di Sidang Parlemen

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 11:16 WIB

Kenapa Laporan Dea Dicuekin Sampai Tewas? 7 Fakta di Balik Tragedi yang Bikin Geram

Kenapa Laporan Dea Dicuekin Sampai Tewas? 7 Fakta di Balik Tragedi yang Bikin Geram

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:40 WIB

Benarkah Pil KB Picu Risiko Asma Bagi Perempuan Muda? Ini Fakta Penelitian

Benarkah Pil KB Picu Risiko Asma Bagi Perempuan Muda? Ini Fakta Penelitian

Health | Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:40 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×