Titiek Soeharto Klaim Ikan Laut Tidak Tercemar, Benarkah Demikian?

M Nurhadi

Minggu, 23 November 2025 | 11:54 WIB
Titiek Soeharto Klaim Ikan Laut Tidak Tercemar, Benarkah Demikian?
Titiek Soeharto (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua Komisi IV DPR RI mengajak masyarakat meningkatkan budaya konsumsi ikan.
  • Titiek Soeharto menyatakan isu pencemaran ikan laut tidak ada, menyarankan variasi masakan daerah untuk menumbuhkan minat makan ikan.
  • Riset ilmiah menunjukkan ikan laut seperti Todak dan Tuna Sirip Biru terkontaminasi merkuri serta mikroplastik.

Suara.com - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan budaya mengonsumsi ikan

“Untuk pencemaran (ikan laut), saya rasa itu isu nggak ada, ya. Yang penting kita harus meningkatkan budaya untuk makan ikan,” ujar Titiek, di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Titiek mengajak semua elemen masyarakat mempromosikan keunggulan ikan, yang dinilai sangat bergizi dan berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Ia juga menyinggung kemudahan mendapatkan ikan dibandingkan hewan ternak lain.

"Ikan itu kan tinggal ngambil di laut, nggak usah pelihara kayak ayam gitu berbulan-bulan. Tinggal ambil,” katanya, 

Ia menyarankan agar masyarakat memvariasikan masakan ikan sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing agar minat makan ikan tumbuh.

Fakta Ilmiah: Ikan Laut Tidak Sepenuhnya Bebas Kontaminan 

Meskipun imbauan untuk mengonsumsi ikan sangat penting dari segi gizi, bantahan politisi bahwa tidak ada isu pencemaran bertolak belakang dengan sejumlah penelitian terkini mengenai kualitas biota laut.

Riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga, termasuk New York State Department of Health hingga universitas dalam negeri, menunjukkan bahwa beberapa jenis ikan laut tidak luput dari ancaman kontaminasi berat.

baca juga

Ikan yang Tercemar Tinggi:

Ikan Todak (Swordfish): Dikenal memiliki kadar merkuri yang signifikan.

Ikan Tenggiri Raja (King Mackerel) dan Tuna Sirip Biru (Bluefin Tuna): Jenis-jenis tuna dan tenggiri predator besar ini memiliki konsentrasi merkuri yang tinggi.

Ikan Marlin, Orange Roughy, dan Tilefish (terutama dari Teluk Meksiko): Termasuk dalam daftar ikan dengan kandungan merkuri tinggi yang perlu diwaspadai, yang juga mempengaruhi ikan umum seperti tuna dan tongkol.

Pencemaran ini terjadi mayoritas karena ulah manusia yang memicu bioakumulasi kontaminan di lingkungan laut, yakni:

  1. Merkuri: Sebagian besar merkuri di laut berasal dari emisi industri, terutama dari pembangkit listrik tenaga batu bara, pabrik produksi klorin, dan penambangan liar (misalnya di sekitar Ambon dan Gorontalo). Logam berat ini mengalami biomagnifikasi, terakumulasi dalam jaringan hidup ikan predator besar yang memakan ikan kecil yang terkontaminasi.
  2. Mikroplastik: Sampah plastik yang dibuang dari darat terfragmentasi menjadi partikel mikroplastik yang dapat tertelan oleh biota laut. Partikel ini membawa serta zat kimia berbahaya yang menempel di permukaannya dan masuk ke dalam rantai makanan manusia.
  3. Limbah Industri Lainnya: Pembuangan langsung limbah industri dan pertanian yang mengandung logam berat (seperti kadmium, timbal), serta bahan kimia berbahaya (PCB, dioksin, pestisida) secara langsung mencemari perairan.

Namun demikian, ada pula jenis-jenis ikan yang berpotensi rendah terkena cemaran karena umur hidup yang singkat dan habitat yang lebih selektif.

Jenis ikan tersebut seperti ikan teri, ikan kembung, salmon, sarden, ikan kod, plaice, ikan flounder dan lain sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyuwangi Tenggelamkan 35 Apartemen Ikan untuk Pulihkan Laut

Banyuwangi Tenggelamkan 35 Apartemen Ikan untuk Pulihkan Laut

Foto | Rabu, 19 November 2025 | 11:30 WIB

Gerakkan Ekonomi Daerah, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Siswa Jateng Gemar Makan Ikan

Gerakkan Ekonomi Daerah, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Siswa Jateng Gemar Makan Ikan

News | Selasa, 11 November 2025 | 17:08 WIB

Peluk Hangat Anak-anak Soeharto di Istana Usai Terima Gelar Pahlawan Nasional, Titiek Tersenyum

Peluk Hangat Anak-anak Soeharto di Istana Usai Terima Gelar Pahlawan Nasional, Titiek Tersenyum

News | Senin, 10 November 2025 | 13:12 WIB

Terkini

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:47 WIB

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

News | Senin, 14 September 2026 | 19:44 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

×