Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?

Vania Rossa

Senin, 19 Januari 2026 | 10:49 WIB
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
Ilustrasi kaki datar pada anak. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Kaki datar (flat foot) sangat umum pada bayi karena struktur kaki belum berkembang optimal dan lapisan lemak tebal.
  • Kondisi kaki datar fisiologis umumnya membaik sendiri optimal saat anak mencapai usia sekitar enam tahun.
  • Orang tua perlu waspada jika muncul nyeri, kelelahan, atau sepatu cepat aus setelah usia enam tahun.

Suara.com - Banyak orang tua langsung cemas saat melihat telapak kaki anak tampak datar atau tidak memiliki lengkungan. Padahal, kondisi ini sangat umum dan sering kali merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang anak.

Hampir semua bayi terlahir dengan kaki datar (flat foot). Pada fase awal kehidupan, struktur tulang, ligamen, dan otot kaki belum berkembang sempurna. Ditambah lagi, lapisan lemak di telapak kaki bayi masih cukup tebal sehingga lengkungan alami belum tampak saat anak berdiri atau berjalan.

Flat foot sendiri adalah kondisi ketika lengkungan telapak kaki tidak terlihat jelas saat kaki menapak. Pada anak-anak, kondisi ini umumnya bersifat fisiologis dan akan membaik seiring pertumbuhan.

“Kaki datar pada anak usia dini umumnya tidak berbahaya. Lengkungan kaki biasanya baru terbentuk optimal sekitar usia enam tahun,” ujar Mario dari The Sole Studio.

Ia menegaskan, selama anak tidak mengeluhkan nyeri, cepat lelah, atau kesulitan bergerak, orang tua tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan bila setelah usia tersebut lengkungan kaki belum juga terbentuk atau mulai muncul keluhan.

Tanda Kaki Datar Perlu Diwaspadai

Orang tua disarankan mulai memperhatikan kondisi kaki anak jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Sepatu anak cepat aus di satu sisi akibat pola pijakan yang tidak seimbang
  • Anak mudah lelah saat berjalan jauh atau bermain lama
  • Keluhan nyeri pada kaki, tumit, atau betis setelah beraktivitas
  • Anak sering terjatuh atau tampak kurang seimbang saat berjalan dan berlari
  • Jika gejala-gejala ini muncul, konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan.

Cara Mendukung Perkembangan Kaki Anak

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu perkembangan kaki anak secara optimal:

baca juga

1. Biasakan anak beraktivitas tanpa alas kaki

Berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang aman membantu otot-otot kaki bekerja lebih aktif dan mendukung pembentukan lengkungan alami.

2. Pilih sepatu yang tepat

Gunakan sepatu dengan ukuran pas, fleksibel, dan nyaman. Hindari sepatu yang terlalu keras atau sempit karena dapat menghambat gerak alami kaki.

3. Amati pola berjalan secara berkala

Perhatikan apakah anak sering mengeluh nyeri atau tampak tidak nyaman setelah beraktivitas. Deteksi dini dapat mencegah masalah berlanjut.

4. Pertimbangkan orthotics bila diperlukan

Dalam kondisi tertentu, penggunaan insole khusus bisa menjadi solusi pendukung. “Customized Orthopedic Insole dapat membantu menopang lengkungan kaki, memperbaiki postur, dan mengarahkan posisi telapak kaki anak secara lebih ideal,” jelas Mario.

Insole ini dibuat dengan teknologi SCHEIN asal Jerman dan dirancang untuk mendukung pertumbuhan kaki anak secara optimal.

Dengan pemahaman yang tepat dan penanganan sejak dini, orang tua dapat membantu anak bergerak lebih nyaman, aktif, dan percaya diri dalam setiap tahap tumbuh kembangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya

Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:42 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari untuk Kaki Datar, Lari Nyaman Tanpa Rasa Sakit

4 Rekomendasi Sepatu Lari untuk Kaki Datar, Lari Nyaman Tanpa Rasa Sakit

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026 | 17:15 WIB

6 Sepatu Ortopedi Ternyaman untuk Kaki Datar, Tidak Bikin Sakit saat Jalan

6 Sepatu Ortopedi Ternyaman untuk Kaki Datar, Tidak Bikin Sakit saat Jalan

Lifestyle | Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:32 WIB

Terkini

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan

Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau

Gaya Dosen Gen Z di Medan Saat Mengajar Jadi Sorotan, Warganet Ikut Terpukau

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng

Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Bros Mencolok Lamine Yamal di Gala Ballon d'Or 2026 Curi Perhatian: Pernah Dipakai Bintang Hollywood

Bros Mencolok Lamine Yamal di Gala Ballon d'Or 2026 Curi Perhatian: Pernah Dipakai Bintang Hollywood

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara

Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

Karhutla Berulang, Tata Air Gambut Jadi Kunci Lindungi Habitat Satwa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB

×