Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Husna Rahmayunita | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
ilustrasi nyeri dada (freepik.com/jcomp)
  • Self-diagnosis gejala nyeri dada tidak dianjurkan, apalagi hanya mengandalkan info internet.

  • Terlambat penanganan nyeri dada 30 menit meningkatkan risiko kematian 10 persen.

  • Gejala jantung yang dideteksi lebih dini dan penanganannya dapat menyelamatkan nyawa.

Suara.com - Nyeri dada kerap dianggap sepele, terbukti dari banyaknya orang yang memilih mencari jawaban di internet, media sosial, atau bahkan ChatGPT. Hasilnya, tidak sedikit masyarakat yang melakukan self- diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri tanpa konsultasi dokter.

Padahal, nyeri dada pada serangan jantung tidak selalu muncul dengan ‘drama’ selayaknya sinetron. Di beberapa kasus, gejala serangan jantung justru samar dan mirip gangguan ringan seperti masuk angin, asam lambung, kelelahan, hingga anxiety.

Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dr. Sandra Adityavarna, menyoroti pentingnya penanganan cepat pada pasien dengan keluhan nyeri dada, mengingat kerusakan otot jantung dapat terjadi hanya dalam waktu 20 hingga 30 menit.

“Setiap detik sangat berharga saat terjadi gejala nyeri dada,” ujar dr. Sandra saat meluncurkan layanan Chest Pain Ready Hospital di Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Rabu (20/5/2026).

dr. Sandra mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa nyeri dada bisa menjadi tanda awal serangan jantung. Padahal, dengan mengenali tanda awal, penyakit jantung bisa dideteksi lebih dini dan penanganannya dapat menyelamatkan nyawa pasien.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan medis hanya karena merasa gejalanya belum terlalu berat. Ini karena setiap keterlambatan penanganan selama 30 menit dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 7 hingga 10 persen.

Kondisi inilah yang membuat dokter khawatir terhadap tren masyarakat yang lebih percaya hasil pencarian internet dan ChatGPT dibanding pemeriksaan medis langsung.

Data World Health Organization (WHO) menyebut penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Pada 2022, sekitar 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit ini dan 85 persen di antaranya disebabkan serangan jantung serta stroke.

WHO juga menekankan bahwa banyak kasus serangan jantung tidak menunjukkan gejala yang jelas sebelumnya. Bahkan, serangan jantung bisa menjadi ‘peringatan pertama’ dari penyakit pembuluh darah yang selama ini tidak disadari pasien.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menjelaskan gejala serangan jantung tidak hanya nyeri dada. Penderitanya juga bisa mengalami sesak napas, mual, keringat dingin, nyeri rahang, nyeri punggung, hingga rasa lemas mendadak.

Pada perempuan, gejalanya sering kali lebih samar sehingga kerap disalahartikan sebagai gangguan pencernaan atau kelelahan biasa.

Kondisi ini membuat self diagnosis melalui internet menjadi semakin berbahaya. Banyak orang menganggap nyeri dada hanya asam lambung karena menemukan gejala serupa di media sosial.

Padahal, menurut American Heart Association, nyeri dada akibat serangan jantung dapat muncul sebagai rasa tertekan, penuh, atau tidak nyaman di dada dan bisa hilang timbul.

Di media sosial Reddit, sejumlah pengguna juga membagikan pengalaman bagaimana gejala serangan jantung sering diabaikan karena dianggap bukan kondisi serius.

Salah satu pengguna menyebut banyak perempuan cenderung ‘mengecilkan’ gejala seperti nyeri rahang, mual, dan sesak napas karena tidak sesuai dengan gambaran klasik serangan jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:37 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya

Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 15:48 WIB

Terkini

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB