- Kementerian Kesehatan 2025 melaporkan karies gigi menjadi salah satu masalah kesehatan terbanyak yang diderita anak-anak di Indonesia.
- Ciptadent dan Kolese Kanisius memberikan pemeriksaan gigi gratis kepada 238 siswa di SLB Negeri 02 Jakarta pada 2025.
- Orang tua perlu mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar serta rutin memeriksakan kesehatan gigi anak setiap enam bulan.
Suara.com - Gigi berlubang masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami anak-anak di Indonesia. Berdasarkan Hasil Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan 2025, karies atau gigi berlubang masuk dalam lima masalah kesehatan terbanyak yang ditemukan, terutama pada kelompok usia anak.
Jika tidak ditangani sejak dini, gigi berlubang dapat menimbulkan nyeri, mengganggu proses makan, menurunkan konsentrasi belajar, hingga memengaruhi tumbuh kembang anak.
Dokter gigi drg. Wuri Condro Gupito mengatakan, hasil pemeriksaan yang dilakukan pada ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 02 Jakarta menunjukkan kondisi kesehatan gigi yang beragam, dengan karies dan gigi berlubang menjadi temuan yang cukup banyak.
"Dari pengecekan yang kami lakukan, sebagian besar siswa memiliki kondisi gigi yang beragam, termasuk karies dan gigi berlubang. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat diperlukan untuk mencegah masalah menjadi lebih serius," ujarnya.
Menurutnya, menjaga kesehatan gigi anak perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari di rumah. Orang tua dianjurkan mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar, memastikan anak menyikat gigi minimal dua kali sehari selama dua menit setelah sarapan dan sebelum tidur, serta membawa anak memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali.
drg. Wuri juga membagikan tiga teknik dasar menyikat gigi yang dapat diajarkan kepada anak, yaitu gerakan memutar untuk membersihkan permukaan depan gigi, gerakan atas-bawah untuk membersihkan sela dan bagian dalam gigi, serta gerakan maju-mundur pada permukaan gigi kunyah.
Edukasi mengenai kesehatan gigi tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan sosial bertajuk "Gigi Kuat dan Sehat Bersama" yang digelar Ciptadent bersama Kolese Kanisius. Dalam kegiatan ini, sebanyak 238 siswa penyandang disabilitas intelektual dan disabilitas rungu dari SLB Negeri 02 Jakarta memperoleh pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis melalui Mobil Klinik Ciptadent.
Brand Manager Ciptadent, Listyannisa Retnolestari, mengatakan setiap anak berhak mendapatkan akses terhadap kesehatan gigi yang baik.
"Kami percaya setiap anak Indonesia, termasuk anak berkebutuhan khusus, berhak memiliki gigi yang kuat dan sehat agar dapat tumbuh cerdas dan percaya diri," katanya.
Melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi secara berkala, diharapkan semakin banyak anak yang terbebas dari gigi berlubang sehingga dapat belajar, makan, dan beraktivitas dengan lebih nyaman.