Politik Identitas Partai Ummat, Gerus Kualitas Demokrasi

Erick Tanjung | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 16 Februari 2023 | 20:27 WIB
Politik Identitas Partai Ummat, Gerus Kualitas Demokrasi
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais dan elite partai usai dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2024. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Bangsa Indonesia masih trauma dengan politik identitas. Berkaca dari Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2019, agama dipolitisasi untuk meraup suara pemilih. Dampaknya terjadi perpecahan di masyarakat.

POLITIK identitas jadi momok kerukunan masyarakat di akar rumput. Para petinggi partai politik sepakat meninggalkan. Bahkan Presiden Joko Widodo tak bosan mewanti-wanti warga menjauhi politik identitas.

Namun tidak bagi Partai Ummat. Terang-terangan partai besutan Amies Rais ini menyatakan mengusung politik identitas di Pemilu 2024. Baginya itu unsur inheren partai politik.

Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati memandang pernyataan itu bisa menggerus kualitas demokrasi di republik ini.

Dalam perterungan politik, terlebih Pemilu, yang diadu ialah gagasan. Bukan justru identitas. "Dampak yang ditimbulkan dari pernyataan tersebut justru malah mengurangi kualitas demokrasi di Indonesia," kata Wasisto kepada Suara.com, Kamis (17/2/2023).

Lewat pernyataan para petingginya, Partai Ummat melihat narasi politik identitas kini hanya menjadi bagian dari proyek besar sekulerisme untuk memisahkan politik dengan agama. Sebaliknya, partai ini memandang berbeda.

Terkait cara pandang Partai Ummat itu, Wasisto ikut berpendapat. Dia tidak menitikberatkan benar atau salahnya pola pikir Partai Ummat terhadap politik identitas. Ia hanya menekankan agar ideologi yang diutamakan untuk membuat kontra narasi atas pernyataan Partai Ummat.

Penggunaan ideologi jadi penting untuk menghindari "luka lama" pada Pemilu maupun Pilkada periode lalu akibat permainan politik identitas. "Kalau pandangan Partai Ummat memang demikian, idealnya perlu dibalas dengan ideologi karena kalau identitas dibalas dengan identitas, kondisi politik akan semakin keruh," ujarnya.

Wasisto menjelaskan esensi mendasar politik identitas merupakan rekognisi dan representasi sehingga perlu adanya akomodasi. "Ini sebenarnya lebih pada cara pandang tentang bagaimana suatu identitas itu sejajar. Pengertian tersebut sebenarnya lebih bermakna sosiologis. Namun ketika itu ditarik ke politik, jadinya malah justru pertarungan antar identitas untuk mendapat akomodasi itu," terangnya.

Wasisto sendiri menyadari tujuan Partai Ummat di balik penggunaan politik identitas. Menurutnya ada kemungkinan Partai Ummat ingin meraih simpati dan empati pemilih golongan tertentu. "Bisa ya dan tidak. Ya, karena bisa jadi mereka bisa menarget potensi pemilih yang selama ini selaras dengan politik identitas. Tidak, karena mengusung politik identitas di ruang publik tentu berisiko apalagi memori polarisasi yang membuat disrupsi dan segregasi sosial," jelas Wasisto.

Menegaskan Politik Identitas

Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menegaskan memang partainya mengusung basis politik identitas. Menurutnya, politik identitas diperlukan dalam berpolitik terlebih sebagai partai politik.

Sebab itu akan membedakan partai dengan robot. "Ada baiknya saya garis bawahi, yes we are indentity political party. Kami mengusung identitas, karena kalau sebuah parpol tidak punya identitas itu nggak ada bedanya dengan robot, bahkan sepert zombi. Zombi itu mayat berjalan," kata Amien usai Rakernas Partai Ummat di Asrama Haji, Jakarta Timur, Rabu (15/2) kemarin.

Ia mengatakan, partai tanpa identitas maka moralnya menjadi tidak ada, itu justru menjadi bahaya. Amien mencontohkan yang terjadi di Jerman bagaimana Partai Kristen Demokrat bisa menjadi pemenang kedua. "Ketika melihat dunia menjadi terbuka wawasan kami. tapi kalau cuma ngorek di dalam, terus hebat-hebatan sendiri ya ternyata kita ketinggalan zaman," imbuhnya.

Menurutnya, sejumlah elit di Indonesia terlalu berpandangan negatif terhadap politik identitas. Hal itu justru menjadi aib buat negara, di saat berbagai negara sudah menggunakan identitas dalam berpolitik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

INFOGRAFIS: Partai Ummat, Pengusung Politik Identitas

INFOGRAFIS: Partai Ummat, Pengusung Politik Identitas

Infografis | Kamis, 16 Februari 2023 | 19:53 WIB

Bakal Jadikan Masjid Tempat Jihad Politik, Partai Ummat Dapat Peringatan Keras dari Politikus PSI

Bakal Jadikan Masjid Tempat Jihad Politik, Partai Ummat Dapat Peringatan Keras dari Politikus PSI

| Kamis, 16 Februari 2023 | 17:28 WIB

Kemenangan di Sumatera Kian Kuat, Partai Ummat Resmi Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden 2024

Kemenangan di Sumatera Kian Kuat, Partai Ummat Resmi Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden 2024

| Kamis, 16 Februari 2023 | 17:34 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB