Ini Keistimewaan DamoGo, Aplikasi untuk Mengurangi Sampah Makanan

Rima Sekarani Imamun Nissa, Hiromi Kyuna

Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:33 WIB
Ini Keistimewaan DamoGo, Aplikasi untuk Mengurangi Sampah Makanan
Ilustrasi stop wasting food untuk mengurangi sampah makanan (envato elements by katrinshine)

Suara.com - Sampah makanan menjadi masalah bagi Indonesia. Menurut penelitian Food Sustainibility Index, satu orang Indonesia bisa hasilkan 300 kilogram sampah makanan per tahun.

Bila dikalikan dengan jumlah penduduk di Indonesia, sampah makanan yang dihasilkan secara keseluruhan bisa mencapai sekitar 13 juta ton per tahun.

Indonesia bahkan menempati urutan kedua setelah Arab Saudi sebagai penghasil sampah makanan terbanyak di dunia. Masyarakat kelas atas dan menengah merupakan penyumbang sisa makanan terbesar di Indonesia.

Bila dikelompokkan berdasarkan sumber penghasilnya, maka restoran, hotel usaha ketering, perusahaan, dan rumah tangga menjadi sumber dari sampah makanan ini.

Hal inilah yang melatarbelakangi adanya aplikasi DamoGo. Aplikasi ini bekerjasama dengan sejumlah restoran untuk mengurangi sampah makanan.

Aplikasi Damogo (Tangkapan layar playstore)
Aplikasi Damogo (Tangkapan layar playstore)

Biasanya ada restoran yang hingga jam operasional selesai masih menyisakan makanan yang belum laku terjual. Sedangkan mereka tak bisa menjual makanan tersebut pada keesokan harinya.

Pada aplikasi DamoGo, pihak restoran dapat menjual makanan tersebut kepada pembeli dengan harga yang sudah didiskon.

Aplikasi ini bisa dibilang menguntungkan kedua belah pihak baik dari sisi konsumen maupun pemilik restoran. Makanan layak yang belum habis tak terbuang sia-sia dan tetap dapat dijual. Konsumen pun bisa mendapatkan harga yang lebih murah hingga setengah harga, bahkan lebih.

DamoGo sendiri berasal dari bahasa Korea yang berarti "semua makan". Nama ini diambil agar semua orang bisa menikmati makanan dan tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

baca juga

DamoGo menargetkan untuk menggandeng lebih banyak restoran, kafe, bar, hotel, sampai katering untuk bekerjasama. Tentu saja misi utamanya adalah mengurangi sampah makanan.

Sampah makanan memiliki dampak luar biasa bagi lingkungan. Sampah makanan di tempat pembuangan akhir dapat menghasilkan gas metana dalam jumlah besar.

Ilustrasi Makanan di Atas Nampan. (instagram.com/mcdonalds)
Ilustrasi makanan di atas nampan. (instagram.com/mcdonalds)

Gas metana bahkan memiliki pengaruh lebih kuat dibanding karbon dioksida dalam pencemaran lingkungan yang bedampak pada pemanasan global.

Dengan berusaha mengurasi sampah makanan, tentu saja sejalan dengan mengurangi pemanasan global. Aplikasi DamoGo bisa diunduh pada playstore ataupun appstore.

Cara menggunakannya sangat mudah. Kamu tinggal registrasi, pilih makanan pada restoran yang tersedia, kemudian pilih metode bayar dan jam pengambilan makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Pandemi, Dokter di Inggris Menuntut Makanan Gratis untuk Anak-anak

Krisis Pandemi, Dokter di Inggris Menuntut Makanan Gratis untuk Anak-anak

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 16:43 WIB

Salut, Satu Keluarga Ini Rutin Bagikan Makanan Gratis untuk Siapapun

Salut, Satu Keluarga Ini Rutin Bagikan Makanan Gratis untuk Siapapun

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2020 | 08:20 WIB

Bisa Merusak Usus, Hindari Konsumsi 4 Makanan Ini saat Perut Kosong

Bisa Merusak Usus, Hindari Konsumsi 4 Makanan Ini saat Perut Kosong

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2020 | 06:16 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×