Ketika zakat fitrah diwakilkan, pihak yang menjadi wakil tetap perlu membaca niat zakat dengan menyebutkan nama orang yang diwakili. Berikut bacaan niat zakat fitrah untuk orang lain.
Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ فُلَانٍ ابْنِ فُلَانٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an fulan ibni fulan fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas nama fulan bin fulan, fardu karena Allah Ta’ala.”
Nama “fulan bin fulan” dapat diganti dengan nama orang yang diwakilkan zakatnya. Secara umum, zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu.
Besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan adalah satu sha’ bahan makanan pokok untuk setiap jiwa. Jika dikonversi ke ukuran yang lebih familiar, satu sha’ setara dengan sekitar 2,5 kilogram atau sekitar 3,5 liter beras per orang.
Baca Juga: Bolehkah Zakat Fitrah Diberikan ke Keluarga Sendiri? Ini Penjelasan Hukumnya
Zakat fitrah juga boleh dibayarkan dalam bentuk uang. Nilainya disesuaikan dengan harga beras yang biasa dikonsumsi masyarakat di daerah masing-masing.
Berdasarkan SK Ketua BAZNAS Nomor 14 Tahun 2026, besaran zakat fitrah yang dianjurkan tahun ini ditetapkan sebesar Rp50.000 per jiwa. Dengan demikian, satu keluarga dapat menghitung jumlah zakat fitrah sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang wajib ditunaikan zakatnya.
Itulah informasi soal niat zakat fitrah yang boleh diwakilkan. Dengan memahami ketentuan ini, umat Islam dapat menunaikan zakat fitrah dengan lebih tenang dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Kontributor : Mutaya Saroh