- Biro arsitek Delution merancang Fold House sebagai laboratorium kreatif bagi seorang fotografer spesialis monokrom.
- Bangunan ini menggunakan geometri segitiga untuk stabilitas dan memudahkan perawatan jangka panjang dari aliran air hujan.
- Fold House memiliki fasilitas teknis seperti Lightroom dan Darkroom, serta dirancang aman untuk mobilitas penghuni lansia.
Di sini, karya-karya foto pilihan dan koleksi kamera analog pribadi dipajang dengan apik, menciptakan transisi ruang yang puitis sekaligus personal.
Meski kental dengan nuansa produktivitas, Fold House tetaplah sebuah rumah hari tua yang mengutamakan keamanan.
Arsitek merancang alur ruang dengan sangat hati-hati; perbedaan level lantai diminimalkan untuk mencegah risiko tersandung.
Mobilitas penghuni juga dipermudah dengan penggunaan pintu pivot berukuran lebar.
Selain itu, bukaan jendela yang optimal memastikan sirkulasi udara dan cahaya alami melimpah, menjaga kesehatan fisik dan mental penghuninya agar tetap bugar di usia senja.
Fold House menjadi pengingat bahwa arsitektur bukan hanya soal membangun dinding dan atap, tapi tentang merancang masa depan.
Melalui desain yang sederhana namun bermakna, rumah ini menunjukkan bahwa masa tua bisa tetap relevan, produktif, dan penuh warna, meski dalam balutan palet monokrom.
Bagi pemiliknya, Fold House adalah bukti bahwa kreativitas tidak mengenal usia, dan rumah adalah tempat terbaik untuk terus merayakannya.
Baca Juga: Rumah Rihanna Ditembaki Perempuan Tak Dikenal, Pelaku Langsung Dibekuk Polisi